![]()
Abimanyu
Slamet (36), pedagang tempe di Pasar Boplo, Jakarta Pusat, menjual tempe per bungkus seharga Rp 5.000, Selasa (4/3). Karena harga kedelai yang naik, dari Rp 660.000 per kuintal menjadi Rp. 730.000, Slamet mengurangi isi bungkus tempe yang tadinya berisi 11 potong menjadi 10 potong.
[JAKARTA] Harga kedelai di Pasar Regional Jati Negara, Jakarta Timur, masih terus melambung. Bahkan, para pedagang mengeluhkan harga kedelai yang sering kali naik sampai dua kali sehari.
"Hari ini harga kedelai sudah naik dua kali, semula naik menjadi Rp 7.000/kg dan naik lagi menjadi Rp 7.100/kg. Enggak tau mungkin entar sore bisa naik lagi jadi Rp 7.200/kg," kata Muhammad Puro, pedagang tempe dan tahu, yang ditemui di pasar tersebut, Selasa (4/3) sore.
Menurut pria yang telah berjualan sejak tahun 1965 itu, harga kedelai yang sudah naik sejak dua bulan lalu, melonjak tajam dua hari terakhir. "Saya terpaksa menjual tempe dengan menambah ketebalannya dan mengurangi kedelainya," katanya.
Harga kedelai yang mahal, sangat mempengaruhi penjualan tempe dan tahu di tempat itu. Misalnya, satu potong tempe seberat 0,5 kg harganya naik menjadi Rp 4.000 dari sebelumnya Rp 3.500. Tahu cina naik dari Rp 1.500 menjadi Rp 2000 per potong.
"Kami harus putar otak untuk mempertahankan keuntungan dengan harga yang terjangkau masyarakat," kata Puro.
Puro mengeluhkan harga kedelai yang tidak juga turun, meskipun dia tau dari media massa bahwa Presiden telah mengeluarkan paket kebijakan pengendalian harga beberapa pangan pada awal Februari lalu, terutama untuk harga minyak goreng dan kedelai.
Nyatanya kebijakan itu belum terealisasi dengan baik. Sejumlah pedagang merasa keberatan dengan keadaan ini. Para pembeli juga protes dan menuntut agar harga turun, sebab mereka juga tau pemerintah memberikan subsidi kedelai.
"Tidak jarang pembeli protes langsung kepada pedagang. Sebab, subsidi kedelai yang katanya diberikan pemerintah Rp 1.000/kg, tidak juga terealisasi sampai saat ini," katanya.
Apalagi tidak hanya tahu dan tempe, kecap yang juga berbahan baku kedelai harganya terus naik. Misalnya, kecap bango ukuran 620 ml dijual Rp 16.000 dari semula Rp 9.000. Namun, kecap produk Indo Food tidak naik, kecap kemasan 140 ml dijual Rp 3.000, demikian juga kecap ABC 140 ml dijual Rp 3.000. [N-6]