
[JAKARTA] Pembalap Indonesia, Doni Tata masih membutuhkan waktu untuk tampil kompetitif dengan motor pacuan dan lingkungan balapan yang baru. Pembalap tim Yamaha Pertamina itu kini mesti bersiap menatap balapan bersejarah di Grand Prix (GP) Qatar kelas 250 cc yang berlangsung malam hari, pada 9 Maret mendatang.
Pembalap asal DI Yogyakarta yang berusia 17 tahun itu, bulan lalu menyelesaikan rangkaian tes di Sirkuit Jerez, Spanyol. Awal Maret ini dia juga melakukan tes malam hari dengan pembalap-pembalap kelas 250 cc yang lain.
"Kita harus memiliki kesabaran dan rasa percaya diri untuk meneruskan kerja secara bertahap supaya Doni dapat lebih terbiasa dengan mesin motornya," ujar pemimpin tim, Kino Contreras dalam e-mail yang dikirim ke SP, Senin (3/3).
Direktur teknik tim, Franz-Josef Schlögl mengaku Doni mengalami kemajuan setelah uji coba di Spanyol. "Dia sudah bagus dengan pengalamannya yang masih minim dalam tes di Spanyol ketimbang pembalap-pembalap yang lain. Sisi positif darinya adalah selama tes dia tak pernah mengalami insiden," jelasnya.
Juara balap motor ASEAN itu kini masih terus beradaptasi dengan motor TZ250 yang menggunakan perangkat suspensi bagian depan. Kemajuan telah diperlihatkannya dalam pencapaian waktu selama tiga hari mengikuti tes di Jerez, pada 19-21 Februari lalu. Pada hari pertama tes, waktu terbaiknya dalah satu menit,53,359 detik. Di hari kedua dipangkasnya menjadi satu menit,50,031 detik, dan di hari terakhir menjadi satu menit,48,943 detik. [L-9]