[JAKARTA] Sekitar 70 hingga 80 persen klub sepakbola profesional ternyata masih belum siap mengikuti Liga Super Indonesia (LSI) 2008. Hal itu akibat hampir 90 persen klub di Indonesia masih mengandalkan bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, LSI yang akan digelar Juli mendatang, akan jalan terus sesuai dengan rencana.
Ketua Badan Liga Indonesia (BLI) Andi Darussalam di Jakarta, Senin (3/3) menjelaskan, kondisi inilah yang membuat BLI melakukan sosialisasi berbagai hal berkaitan dengan penyelenggaraan LSI dan klub-klub peserta. Sosialisasi itu berlangsung dua hari di Jakarta, 3-4 Maret. Ia berharap, dengan forum sosialisasi itu klub-klub juga bisa menyiapkan diri lebih awal.
"Salah satu topik yang dibahas dalam forum ini adalah tentang kendala pendanaan klub, dimana sekitar 70-80 persen klub masih mengandalkan bantuan dana APBD. Selain itu, kami akan membahas tentang Manual-K atau Lisensi Klub Profesional sesuai dengan standard AFC (Konfederasi Sepakbola Asia) dan FIFA (Federasi Sepakbola Internasional). Aspek lisensi itu terdiri dari lima hal yaitu sporting, infrastruktur, personel dan administrasi, legal, dan finansial," katanya.
Andi mengatakan, proses pemenuhan persyaratan tersebut tidak akan secara kaku langsung diterapkan pada tahun ini juga, melainkan diberikan toleransi antara 2008 sampai 2011 mendatang. Untuk itu, BLI akan mengundang anggota ad-hoc AFC Mr Suzuki (Jepang), yang akan membeberkan tentang Manual-K. Tujuannya agar dalam tiga tahun masa toleransi itu bisa memenuhi standar yang diterapkan.
Mengantisipasi berbagai kendala yang ada di Indonesia, BLI akan memberikan standar maksimal kepada klub-klub. Namun BLI hanya sebagai pihak pelaksanaan kompetisi dari kebijakan yang diambil PSSI. Sementara Komite Eksekutif (Exco) PSSI menjadi lembaga yang menentukan klub mana yang dinilai memenuhi syarat sebagai peserta Liga Super.
Beberapa persyaratan lain yang digariskan BLI bagi klub peserta LSI, satu di antaranya mutlak harus dipenuhi yakni menyertakan tim U-21 tahun di LSI. "Tim U-21 bertanding sehari sebelum tim Liga Super berlaga. Semua biaya tim U-21 akan ditanggung BLI," katanya. [W-11]