
Pemain Manchester United Cristiano Ronaldo (kanan) dan rekannya Wayne Rooney tertawa saat latihan di Carrington, Manchester, Inggris, Senin (3/3). Latihan itu sebagai bagian dari persiapan untuk menghadapi Lyon di Liga Champions, Rabu (5/3) dini hari WIB. AP/Jon Super

[MANCHESTER] Gol Carloz Tevez ke gawang Olympique Lyon Gregory Coupet pada laga pertama babak 16 besar Liga Champion di Stade de Gerland, Lyon, dua pekan lalu masih menyisakan penyesalan pada pelatih Lyon, Alain Perrin.
Perrin mengaku sangat kecewa dengan gol di menit ke-87 itu. "Kami unggul 1-0 melalui Karim Benzema. Namun, gol Tevez menjadikan pertandingan berakhir imbang 1-1. Selain gagal menang, kini kami punya tugas mengejar ketinggalan satu gol tandang," kata Perrin.
Kekhawatiran Perrin sangat beralasan. Juninho Pernambucano dkk akan bertamu ke markas "Setan Merah", Stadion Old Trafford pada laga kedua, Rabu (5/3) dini hari WIB.
Perrin mungkin kecewa, namun sama sekali tak kehilangan semangat juang. Ia tidak gentar menghadapi MU dan pendukung yang tentu akan memerahkan Old Trafford.
"MU mungkin merasa sudah lolos ke babak berikut. Arogansi bisa membuat mereka lengah dan malas. Kini, kami berpeluang mengalahkan mereka sekaligus membalas kekecewaan kami. Mencetak mencetak satu gol dan menjaga supaya mereka tak mencetak gol. Itu cukup meloloskan kami ke babak selanjutnya," jelas pelatih asal Prancis berusia 52 tahun ini.
Di lain sisi, Sir Alex Ferguson dan anak asuhannya tahu benar kelas MU ada di atas Lyon. Pelatih asal Skotlandia ini bahkan tak ragu menyebut Karim Benzema sebagai satu-satunya pemain Lyon paling berbahaya bagi gawang Edwin Van Der Sar. "Benzema adalah mesin gol Lyon. Ia dan Juninho adalah ancaman serius bagi kami," kata pelatih berusia 67 tahun ini.
Benzema memang luar biasa. Pemain kelahiran Prancis 21 tahun lalu ini memiliki keterampilan individu di atas rata-rata. Dia sangat cepat dengan dua kaki yang sama hebatnya saat mengolah bola. Benzema selalu bisa diharapkan memberikan kemenangan bagi Lyon. Bukan tak mungkin, pemain yang sebetulnya diincar oleh MU ini akan mempermalukan nama besar MU, seperti Edwin Van Der Sar, Rio Ferdinand, Paul Scholes, Ryan Giggs, Ronaldo, dan Wayne Rooney.
Formasi Terbaik
Pada laga kandang ini, Ferguson akan memasang Rooney dengan Louis Saha atau Carlos Tevez untuk mengoyak gawang lawan.
Di lapangan tengah, Giggs bersama Scholes akan memimpin para pemain muda seperti Nani, Ronaldo, dan Owen Hargreaves. MU mempunyai perpaduan pengalaman pemain tua dan bakat hebat andalan muda.
Sir Alex juga harus mencari alternatif serangan bila Ronaldo sukses "dimatikan" Sébastien Squillaci dkk. Bila demikian, Ronaldo bisa berperan sebagai perusak konsentrasi lawan, sementara Scholes dan barisan penyerang lain, bisa memanfaatkan hilangnya konsentrasi lawan.
Barisan belakang MU juga harus hati-hati menjaga lawan. Pelanggaran yang membuahkan bola mati di sekitar kotak penalti bisa mengancam perjalanan MU. Tendangan bebas Juninho seringkali membawa malapetaka bagi tim lawan.
Kalah satu gol tandang tak berarti Lyon juga akan kalah mental. Raihan sembilan angka dari tiga pertandingan liga terakhir di Liga Prancis menjadi tanda konsistensi penampilan Lyon. Di lain pihak, penampilan MU sendiri juga sedang bagus. MU sukses mengejar ketinggalan lima angka menjadi hanya satu angka dari pemuncak klasemen, Arsenal. [Goal/AP/UEFA/ATW/W-11]