[JAKARTA] Kepala PT Pusri Pemasaran Daerah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Eddi Hamim menegaskan, Pusri wilayah Jateng menjamin ketersediaan stok pupuk di Kabupaten Magelang, mencukupi. Stok pupuk di gudang masih cukup untuk melayani kebutuhan pupuk para petani di Kabupaten Magelang.
"Kami sudah mengeluarkan stok pupuk 500 ton urea. Sementara dalam waktu dekat kami juga akan kedatangan sekitar 5 kapal pengangkut pupuk dengan kapasitas angkut sekitar 5.000 ton. Dengan demikian stok pupuk untuk Kabupaten Magelang khususnya dan Provinsi Jateng pada umumnya akan tetap aman," kata Eddi Hamim, di Jakarta, Senin (3/3).
Dalam pernyataan tertulisnya, Eddi mengatakan, meskipun realisasi penggunaan pupuk selama musim tanam antara Oktober 2007 hingga Maret 2008 sudah melebihi dari yang ditentukan oleh Surat Keputusan (SK) Gubernur No 35/2008 yang mengatur alokasi pupuk untuk setiap kabupaten, pupuk tetap tersedia.
Menurut SK Gubernur Jateng No 35/2008 alokasi pupuk urea untuk Kabupaten Magelang adalah sebesar 4.842 ton urea. Sedangkan jumlah urea yang sudah disalurkan dari Januari hingga 29 Februari 2008 adalah sebesar 5.115 ton.
Menduga
Dia menduga munculnya suara petani yang menyebutkan adanya kelangkaan pupuk di Kabupaten Magelang sebagaimana diberitakan media massa adalah karena petani tersebut tidak membeli pupuk di pengecer resmi Pusri melainkan membeli ke pengecer pupuk tidak resmi yang sedang kehabisan stok. Ini terjadi karena saat ini sedang memasuki musim tanam. Jadi pemakaian pupuk dilakukan secara serentak yang berakibat di beberapa pengecer tidak resmi terjadi kekosongan stok.
Sementara itu, Bupati Kerinci, H Fauzi Si'in, di Kerinci, Jambi, Senin (3/3) mengatakan, kelangkaan pupuk bersubsidi di sentra-sentra pertanian Provinsi Jambi diduga bukan hanya disebabkan pengurangan jatah pupuk. Kelangkaan pupuk yang disertai lonjakan harga ini diduga akibat adanya penyelewengan distribusi dan penyelundupan pupuk ke Malaysia.
"Indikasi penyelundupan pupuk tampak dari penemuan pupuk bersubsidi di Malaysia," katanya. [141/M-11]