[JAKARTA] Pusat Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Indonesia (UI) dan Pusat Kajian Politik FISIP UI meluncurkan data base perempuan yang potensial di bidang politik.
Berdasarkan penelusuran serta survei yang dilakukan pihak UI, diperkirakan ada 996 wanita berpotensi yang siap mengusung perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.
Demikian keterangan yang disampaikan Pusat Kajian Politik FISIP UI, dalam peluncuran data base profil perempuan potensial partai politik (parpol) dan masyarakat sipil untuk pencalonan legislatif, di Jakarta, Senin (3/3).
Jangan Ragukan
Data tersebut disampaikan guna menjawab keraguan kalangan parpol maupun masyarakat, tentang kesiapan perempuan untuk berpartisipasi aktif di bidang politik.
"Jangan ragukan mereka untuk dicalonkan sebagai anggota legislatif maupun untuk mewarnai proses demokrasi di Indonesia," ujar Sri Budi Eko Wardani dari Pusat Kajian Politik FISIP UI.
Sejumlah 996 perempuan potensial tersebut, terdiri dari 365 perempuan kalangan parpol dan 631 perempuan dari kalangan sipil. Rincian dari kalangan parpol, yakni 78 perempuan asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), 97 perempuan asal DKI Jakarta, 89 perempuan asal Jawa Timur, dan 101 perempuan asal Sulawesi Selatan. Sedangkan dari masyarakat sipil adalah 76 dari NAD, 117 DKI, 203 Jawa Timur, dan 235 Sulawesi Selatan.
"Saya pikir, dengan adanya data base akan membuka mata parpol untuk mengoptimalkan keterwakilan 30 persen kuota perempuan di legislatif. Jadi, keterwakilan perempuan akan diisi dengan wanita profesional, baik dari parpol maupun nonparpol atau masyarakat sipil," ujarnya.
Data base yang dihasilkan melalui metode poling dan survei ini diharapkan tidak lagi memunculkan skeptisisme terhadap perempuan yang terjun di kancah politik.
Data ini diharapkan mampu menjadi instrumen pendukung rekruitmen perempuan yang lebih transparan dan berkeadilan gender.
"Jelas, ke depan kita harapkan anggota legislatif perempuan tidak lagi dinilai kurang berkualitas atau tidak kompeten," ucapnya. [E-5]