
Istimewa
Lukisan "Love" karya Donovan Phity yang dibuat tahun 2008 kini menjadi milik seorang kolektor asal Singapura.
[JAKARTA] Sejumlah kolektor lukisan dari Indonesia harus merelakan buruannya terlepas setelah lukisan Love karya pelukis Donovan Phity berpindah tangan ke seorang kolektor lukisan asal Singapura. Sejumlah karya-karya pelukis se-Asia dilelang di Balai Lelang Masterpiece di Hotel Sheraton Towers, Singapura, Sabtu (1/3) dan Minggu (2/3) lalu.
Donovan yang ditemui SP di studio lukisnya di Jakarta, Senin (3/3) malam menuturkan, dia tidak tahu berapa harga yang ditawarkan kolektor dari Singapura itu. Donovan tidak terlalu menilai harga lukisannya, karena sebagai pelukis muda dirinya merasa bangga karyanya bisa turut dalam lelang di Balai Lelang Masterpiece.
Untuk menghasilkan Love di atas kanvas berukuran 150 x 180 cm, Donovan butuh pemahaman mendalam tentang arti kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Sapuan kuas pelukis yang dikenal beraliran ekspresionis modern dalam karya ini menonjolkan kesejatian dan ketulusan cinta seorang ibu terhadap anaknya.
"Saya sangat senang dan tidak menyangka kalau karya saya bisa masuk balai lelang di Singapura. Padahal, dalam balai lelang itu, dilelang ratusan lukisan karya pelukis-pelukis ternama Asia dan Asia Tenggara. Apa yang terjadi dengan lukisan saya di Singapura dengan cukup banyaknya peminat, tidak membuat saya terlena," katanya.
Bagi Donovan, Singapura merupakan pintu gerbang bagi pelukis-pelukis Indonesia dan Asia Tenggara lainnya untuk go international ke tingkat yang lebih bergengsi lagi. Setelah Singapura, sasaran berikutnya adalah ke Asia Pasifik seperti Hong Kong, Taiwan, Beijing, Shanghai, dan lain-lain. Setelah itu dia berusaha menembus Eropa lewat Jerman, Inggris, Paris, dan Swiss, sebelum menembus ke pasaran yang lebih bergengsi di New York dan San Francisco.
"Saya tidak merasa terkarbit dengan keberhasilan karya saya masuk ke balai lelang di Singapura. Perjalanan saya sebagai seorang pelukis sudah lama. Mungkin, kini kesempatan itu sudah terbuka karena saya sudah punya manajer. Saya semakin percaya diri untuk terus memperbanyak karya-karya saya yang berkualitas. Saya pikir, karya lukisan-lukisan yang bertema cinta, memiliki masa depan yang cerah untuk diminati oleh komunitas pelukis dunia, karena manusia selalu membutuhkan cinta," paparnya.
Donovan berharap karyanya bukan saja ada di balai lelang tetapi juga dipamerkan di negara-negara di luar Indonesia. Kalau tidak ada kendala, pada bulan Oktober atau November mendatang, Donovan akan menggelar pameran di Singapura. Itu dilakukan setelah dia menggelar lukisan keduanya di Jakarta, Juni mendatang.
"Saya juga akan ikut Art Fair Singapore 2008 akhir tahun ini. Di sana nanti, karya-karya saya akan tampil bersama karya pelukis-pelukis papan atas dunia," kata pria yang masih menyelesaikan lukisan kedelapannya pascapameran di Jakarta Januari lalu.
Selain karya Donovan, di balai lelang Masterpiece tersebut, lukisan grafiti karya pelukis asal Yogyakarta kelahiran 1967, Heri Kris, yaitu God Bless You All dan Flower in Enigma mendapat sambutan positif. Bagi Heri, ini adalah kedua kalinya karya lukisnya diterima di balai lelang.
Yang cukup menggetarkan, sebagaimana yang diceritakan Donovan, karya pelukis terkenal asal Tiongkok, Zhou Chunyasberjudul Green Dog berupa kepala anjing hijau yang menjulurkan lidahnya terjual dengan harga US$ 133.333 atau sekitar Rp 1,4 miliar. [F-4]