
[JAKARTA] Band asal Amerika Incubus akan melawat Jakarta. Band yang mengusung aliran musik rock alternatif ini akan tampil di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (5/3) malam. Meskipun agak terlambat, mereka lebih banyak mengusung lagu-lagu album Light Grenades (2006).
Melanie Subono, wakil Promotor Java Musikindo mengatakan kehadiran para musisi beraliran keras ini dipastikan sangat di tunggu-tunggu oleh para group band anak muda di Jakarta. Dia memprediksi penjualan tiket Incubus akan habis terjual. Dalam tiga hari sebelum konser saja, 80 persen tiket sudah terjual.
"Kami mempersiapkan 60.000 kursi untuk penonton, ditambah dengan tiket di kelas festival bagi penonton yang ingin lebih dekat ke panggung serta bebas loncat-loncat. Rasanya saya optimis tiket akan terjual habis," papar Melanie di Jakarta, Senin (3/3).
Kehadiran Incubus, bagi Java Musikindo merupakan konser yang ke-47. Sehingga ketika ditanyakan kesulitan dalam memenuhi permintaan para personel Incubus, Melanie hanya menjawab sudah biasa menangani permintaan artis yang aneh-aneh. Pada Rabu (5/3) Incubus akan beraksi di panggung seluas 10x16 meter, kapasitas sound sebesar 60.000 megawatt, dan 20.000 lighting (lampu sorot dan tembak).
"Para personel Incubus hanya meminta tempat dan waktu untuk menyalurkan hobi bermain golf dan surfing (selancar). Sementara di Jakarta tempat untuk selancar tidak ada yang memenuhi syarat. Kalau bermain golf masih wajar dan bisa dipenuhi," lontar Melanie.
Ditambahkan Melanie, hobi baru para personel Incubus itu baru mulai digeluti sejak mereka memutuskan berhenti mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan. Para personel mencoba mengalihkan hal negatif tersebut ke bidang olahraga yang unik. "Sayangnya, mereka salah bila memilih Jakarta sebagai tempat untuk surfing," tambah Melanie.
Lewat konser yang dipromotori oleh Java Musikindo, para personil Incubus akan memuaskan penggemarnya, mereka terdiri dari Brandon Boyd (vokal), Mike Enzinger (gitar), Jose Pasillas (drum), Kris Kilmore (kibor) dan Ben Kenney (bas). Mereka akan membawakan lagu-lagu hit yang sempat laris diputar di banyak radio. Contohnya single Drive dari album Make Yourself yang menempati posisi pertama di tangga lagu Modern Rock dalam Top 40. Selain Make Your Self, lagu lain yang menjadi hits yakni Wish You Were Here dan Nice To Know You.
Selama 10 tahun bergulat di dunia musik rock alternatif, Incubus berhasil menelurkan delapan album. Masing-masing album tersebut berhasil memuaskan para penggemarnya, mengingat Incubus selalu memberikan hal yang baru. Delapan album tersebut adalah Fungus Amongus (1995), Enjoy Incubus (1997), SIENCE (1997), Make Yourself (1999), When Incubus Attack, Vol. I (2000), Morning View (2001), A Crow Left Of The Murder (2004), dan Light Grenades (2006).
Awal mula terbentuknya Incubus bisa dibilang unik, sebab para personil dikumpulkan bertahap. Pada 1991, Brandon Boyd, Mike Enzinger, dan Jose Pasillas membentuk Incubus. Kemudian pada 1998, ketika Kris Kilmore bergabung Incubus baru merilis single Pardon Me, Stellar, dan Drive yang diambil dari album Make Yourself. Pada 2003 ketika Incubus merilis album keenam yang berjudul A Crow Left of The Murder, Ben Kenney bergabung dalam band rock alternatif ini.
Aliran musik yang dibawakan Incubus memang tidak bisa dinikmati oleh semua kalangan. Hanya orang-orang tertentu yang menyukai musik dengan hentakan keras bisa menikmati sajian Incubus. Biasanya sebagai pembuka, instrumental musik unik menjadi pilihan Incubus. Setelah itu, secara perlahan irama menghentak masuk seakan gelombang elektronik masuk dalam darah para pendengarnya.
Ditambah lagi sang vokalis Brandon Boyd biasanya kerap berinteraksi dengan penontonnya. Selain ahli menguasai panggung, Incubus juga ahli mengeksplorasi musik rock alternatif menjadi musik pop. Keahlian itulah yang membuat Incubus berhasil mendapatkan plakat double-platinum pada album Make Yourself (1999), serta melambungkan hit Pardon Me, Stellar dan Drive ke tangga musik sepuluh terbaik di Amerika Serikat.
Sepuluh Besar
Selain Make Yourself, album Morning View (2001) juga berhasil menempati posisi ke dua di Billboard 200 dan menempatkan single I wish You Were Here dan Nice To Know You di jajaran sepuluh besar tangga lagu dunia.
Selama lebih dari sepuluh tahun Incubus masih tetap mempertahankan rahasia uniknya dalam berkarya. Rahasia yang menjadi kunci kesuksesan mereka terletak pada keberanian dan konsistensi untuk mencoba banyak aliran musik menjadi suara yang melodik sehingga pas dibawakan di tengah penonton. Selain kompak memadukan berbagai aliran musik, para personel Incubus juga sangat dekat, bisa dibilang mereka satu perasaan dalam menyusun materi lagu. Terbukti mereka mampu menyumbangkan tiga lagu untuk soundtrack film Stealth
Selain kesuksesan, setiap band papan atas biasanya juga kerap menerima kritikan. Incubus juga tidak lepas dari kritikan, khususnya di album terakhir, Light Grenades (2006) yang banyak menyajikan instrumen musik berat di telinga pendengar.
Sebagai lagu pembuka dalam album ditampilkan Quicksand yang melantunkan layer-layer dalam alunan musiknya. Bahkan lirik lagu yang ditampilkan bertema cinta yang uniknya dipaparkan secara vulgar oleh sang vokalis Brandon Boyd.
Sementara itu, dua lagu yang terasa begitu eksplosif yakni Light Grenades dan Pendulous Threads, menyegarkan ingatan orang kepada old-school Incubus era album Enjoy Incubus (1997) dan Fungus Amongus (1995). Saat itu, bunyi gitar yang kasar dan raungan-raungan Brandon Boyd yang terdengar kental. [EAS/U-5]