SUARA PEMBARUAN DAILY

Sosok

apJessica Simpson

Lelaki Tanpa Takut

Di Amerika, ada kriteria baru bagi setiap lelaki Amerika yang tak punya rasa takut. Jika belum pernah menjadi kekasih Jessica Simpson, jangan harap gelar itu dapat disandang. Boleh percaya, boleh tidak, para mantan kekasih Simpson secara kebetulan terpilih mendapat Cosmopolitan's Fun Fearless Male Awards.

Dua mantan kekasih Simpson, yakni Dane Cook dan John Mayer, serta kekasih terbarunya Tony Romo. Namun, seperti yang dilansir AP, Senin (3/4), kekasih terbaru Simpson itu menanggapi kondisi tersebut sebagai lelucon. Bahkan ketika ia dinobatkan sebagai pemenang Romo sempat mengatakan lelucon yang konyol ketika berjalan menuju panggung.

"Dane Cook, John Mayer, seandainya saja kalian masih berkencan dengan Jessica Simpson, mungkin bisa menjadi pemenang," ujarnya.

Fenomena Simpson dalam Cosmopolitan's Fun Fearless Male Awards muncul sejak mantan suaminya Nick Lachey terpilih pada tahun 2007. Meskipun demikian, ada juga nominasi "non-Simpson" yang masuk dalam daftar lelaki tanpa takut Cosmopolitan, yakni John Krasinski yang bermain dalam The Office di NBC.

Hubungan asmara Romo dan Simpson saat ini menjadi incaran media massa. Terlebih lagi ketika pasangan ini diketahui menghabiskan liburan bersama ke Meksiko. [EAS/U-5]

asp/charles ulagSuryadharma Ali

Batasi Jumlah Parpol

Gagasan menarik dan menantang dikemukakan Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali yang sudah gerah melihat banyaknya partai politik (parpol) di Tanah Air. Menjelang Pemilu 2009, ratusan parpol bermunculan dan ramai-ramai mendatangi Departemen Hukum dan HAM untuk mendaftarkan diri.

Dalam kunjungan ke Jambi, Minggu (2/3), Surya menilai sudah saatnya sistem kepartaian yang menggunakan metode trial and error diakhiri, dan selanjutnya dilakukan pembatasan jumlah partai politik. "Saatnya bangsa ini memikirkan pembatasan partai. Trial and error sudahlah, cukup," katanya.

Suryadharma Ali lebih lanjut mengatakan, bagi PPP, partai yang dipimpinnya, trial and error dalam demokrasi Indonesia harus sudah selesai pada 2014, artinya harus sudah ada ketegasan apakah jumlah partai peserta pemilu dibiarkan sebanyak-banyaknya atau dibatasi.

Suryadharma yang juga Menteri Negara Koperasi dan UKM berpendapat, waktu sekitar 10 tahun sejak 1999 sudah cukup untuk melakukan uji coba terkait dengan banyaknya jumlah parpol.

"Kalau nanti 2014 berarti sudah 15 tahun, itu sudah cukup. Kita mau meniru negara demokrasi mana sih, yang membebaskan partai tanpa jumlah, untuk mengikuti pemilu. Saya kira kita harus menapak pada realitas, jangan di awang-awang," ujar dia.

Jumlah partai yang banyak, katanya, justru membingungkan rakyat dan belum tentu pilihan rakyat jatuh kepada partai yang baru. [L-8]


Last modified: 4/3/08