SUARA PEMBARUAN DAILY

Inflasi Februari 0,65 Persen

Pemerintah Berupaya Stabilkan Harga

[JAKARTA] Untuk menekan inflasi, pemerintah memutuskan untuk berupaya menstabilkan harga. Ini berkaitan dengan inflasi Februari 2008, yang mencapai 0,65 persen, lebih tinggi dari Februari tahun sebelumnya sebesar 0,62 persen.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dari 45 kota, tercatat 38 kota mengalami inflasi, enam kota deflasi, dan satu kota relatif stabil. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 2,90 persen dan inflasi terendah di Medan 0,20 persen.

Deflasi tertinggi terjadi di Sampit 1,51 persen dan deflasi terendah di Kendari 0,07 persen. Sementara Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,29 persen.

Menurut Kepala BPS Provinsi Papua, JA Djarot, inflasi yang sangat di Jayapura dipengaruhi oleh kenaikan harga kelompok bahan makanan, yang rata-rata naik 6,06 persen.

Sementara itu, inflasi di DKI Jakarta mencapai 0,29 persen, turun 2,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yang mencapai 2,37 persen. "Penurunan inflasi karena deflasi pada sektor perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang mencapai 1,02 persen. Selain itu, deflasi pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen," kata Kepala BPS DKI, Djamal.

Di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, angka inflasi Februari 1,98 persen. ''Angka turun dibanding Januari, yang mencapai 2,26 persen. Namun, secara nasional Banda Aceh menjadi daerah ke-14 tinggi laju infalsinya di Sumatera," kata Kepala BPS NAD, Iskandar Asyeik.

Gabungan tujuh kota di Jawa Barat (Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Bekasi, Bogor, Sukabumi, dan Banjar) mencatat inflasi sebesar 1,09 persen pada Februari. Total Januari sampai Februari mencapai 2,48 persen. "Inflasi dua bulan pertama tahun ini, merupakan inflasi bulanan tertinggi selama 12 bulan terakhir," kata Kepala Bidang Distribusi BPS Provinsi Jawa Barat, Maman Sukherman.

Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, Senin (3/3) di Jakarta berjanji, bulan-bulan berikutnya, pemerintah akan bekerja lebih keras lagi untuk meredam kenaikan harga. "Kita memang dihadapkan pada situasi harga barang-barang yang stabil, namun harga pangan melonjak," katanya.

Boediono optimistis, harga beberapa barang, khususnya beras dan gula, akan mengalami tren penurunan. Menurut data BPS, beras memang memberi kontribusi pada rendahnya inflasi Februari 2008, ketimbang Januari 2008 yang mencapai 1,77 persen.

"Ini bukti program stabilisasi harga (PSH) berjalan baik. Paling tidak, mampu meredam kenaikan harga di dalam negeri," katanya. [RBW/147/ROB/153/D-10]


Last modified: 4/3/08