[JAKARTA] Mantan atlet anggar nasional tahun 1980-an, Tono Suratman, dijagokan memimpin Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) menggantikan ECW Neloe dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang diselenggarakan di Jakarta, Sabtu (1/3) dari siang hingga malam ini.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan PB Ikasi, Eman Sumusi, di Jakarta Jumat (29/2). Ikasi mengadakan Munaslub, setelah Neloe mengundurkan diri pada tanggal 15 Januari 2008, seusai divonis 10 tahun penjara karena terkait karus korupsi.
Menurut Eman, yang juga mantan atlet anggar nasional tahun 1970-an, Tono Suratman adalah sosok yang tepat. Perwira tinggi bintang dua TNI AD ini adalah mantan atlet anggar nasional yang pada Asian Games Seoul (Korea) 1986 menempati posisi delapan besar Asia. Selain mantan atlet, Tono juga adalah pengurus PB Ikasi periode lalu dengan posisi sebagai Wakil Ketua Bidang Umum.
Menurutnya, Tono tahu persis "isi perut" Ikasi. Dengan demikian mungkin dia lebih tepat menentukan jalan keluar mana yang mesti diambil bila ingin mengatasi persoalan pembinaan di Ikasi, khsusnya dalam kondisi keterpurukan prestasi seperti sekarang ini. "Mestinya pada periode lalu dia memimpin, tetapi mungkin jalannya sudah seperti itu. Dia yang harus menggantikan Neloe," jelas Eman.
Sementara itu mantan atlet anggar lainnya, Ganefiono, yang dihubungi mengatakan, pengurus Ikasi ke depan harus dapat membuat organisasi itu bekerja lebih efektif, dan mampu memberdayakan potensi yang ada, yang lebih dinamis, muda usia, dan kreatif. Ikasi harus lebih bermasyarakat dalam kerangka pembinaan, artinya melakukan pendekatan dengan berbagai pihak termasuk kalangan sponsor.
Organisasi olahraga yang kurang populer seperti anggar menjadi tantangan yang luar biasa besar bagi para pengembangnya. Itu membutuhkan orang-orang yang punya kreativitas tinggi, dan inovatif demikian penilaian Ganefiono. Merekalah yang bisa mengemas anggar yang tidak tertarik itu menjadi sesuatu yang menarik bagi kalangan sponsor.
Sementara itu, mantan atlet yang kini menangani tim nasional, Rita Hehanusa Piri, setuju PB Ikasi dipimpin oleh "orang dalam". Yang penting bagi Rita adalah kebersamaan tetap perlu dijaga. Berjalan bersama-sama itu jauh lebih baik dalam memajukan anggar Indonesia.
Menurut Eman terserah pada Pengurus Daerah (Pengda) Ikasi, mau mengusung siapa. "Tetapi yang jelas kita tidak ingin membeli "kucing dalam karung". [W-6]