[RHEIN-RUHR HALLE MULHEIM] Indonesia tidak lagi mempunyai wakil di semifinal turnamen bulutangkis Jerman Terbuka. Pada pertandingan yang digelar di Rhein-Ruhr Halle Mulheim, Jumat (29/2) waktu setempat atau Sabtu (1/3) dini hari WIB, seluruh pemain Indonesia yang tersisa gagal di perempatfinal.
Satu-satunya pemain tunggal yang berhasil mencapai delapan besar, Maria Kristin disingkirkan pemain Tiongkok, Li Wenyan. Maria yang merebut set pertama 21-18, namun gagal mempertahankan keunggulannya di dua set berikutnya 16-21, 12-21.
Dua ganda putri lainnya, Rani Mundiasti/Endang Nursugianti dan Jo Novita/Greysia Polii juga tersingkir. Rani/Endang yang menjadi unggulan delapan menyerah pada unggulan keempat Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna 21-17, 16-21, 9-21.
Unggulan utama asal Korea, Lee Kyung Won/Lee Hyo Jung masih terlalu tangguh bagi Jo/Greysia. Duet Indonesia ini kalah 7-21, 18-21.
Greysia yang sebelumnya berpasangan dengan Muhammad Rijal pada nomor ganda campuran kalah dari unggulan pertama asal Tiongkok He Hanbin/Yu Yang, 19-21, 23-21, 21-23. Ganda putra Rian Sukmawan/ Yonatan Suryatama menggenapi kegagalan pemain Indonesia setelah kalah dari pasangan Korea Han Sang Hoon/Cho Gun Woo 20-22, 11-21.
Piala Thomas-Uber
Sementara itu, pengundian untuk putaran final Piala Thomas dan Uber dipastikan akan dilaksanakan di Jakarta pada 8 Maret atau Sabtu pekan depan. "Pengundian dipastikan pada 8 Maret pukul 15.00 WIB," ujar Ketua Bidang Pertandingan Panitia Penyelenggara Piala Thomas dan Uber, Mimi Irawan.
Jadwal tersebut kembali ke rencana semula sesuai keputusan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) setelah sempat dua kali akan diundur, yakni pada 12 Maret dan 18 Maret, oleh panitia penyelenggara di Jakarta. Dengan pertimbangan sebagian besar pengurus BWF termasuk wasit yang akan bertugas di Jakarta masih berada di Inggris dalam kejuaraan All England, PB PBSI sempat mengajukan jadwal pengundian diundur 12 Maret.
Namun jadwal tersebut sempat diubah lagi menjadi 18 Maret karena ketua panitia penyelenggara Gandi Sulistiyanto berhalangan pada 12 Maret.
"Tetapi itu ditolak oleh BWF," ujar Mimi yang belum mendapat kepastian mengenai pejabat BWF yang akan menyaksikan pengundian tersebut. "Mestinya ada yang datang, saya akan memastikannya lagi saat saya bertemu dengan BWF di Kuala Lumpur pada Senin (3/3)," katanya. [W-11]