SUARA PEMBARUAN DAILY

Voli Proliga

Pelatih Bingung, Popsivo Main Tanpa Pola

SP/Luther Ulag

Pemain putri Gresik Petrokimia, Jin Bing Kun (kanan) melakukan smes keras yang gagal diblok pemain Jakarta Popsivo Polwan, Yati Sri Susilowati pada pertandingan Sampoerna Hijau Voli Proliga 2008, Jumat (29/2) di Hall Basket, Senayan, Jakarta. Gresik Petrokimia menang 3-1.

[JAKARTA] Asisten pelatih Jakarta Popsivo Polwan, Dadang Sudrajat mengaku bingung dengan penampilan timnya yang bermain kacau tanpa pola pertahanan yang baik, saat dikalahkan 1-3 (23-25, 22-25, 27-25, 16-25) oleh Gresik Petrokimia, dalam lanjutan kompetisi Sampoerna Hijau Voli Proliga 2008 di Hall Basket, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (29/2). Kekalahan itu merupakan yang kedua setelah pekan lalu kalah di tangan Surabaya Bank Jatim.

Menurut dia, permainan Rita Kurniati dkk tidak sebagus yang diperlihatkan saat latihan. "Saya bingung harus ngomong apa. Hasil pertandingan ini seperti antiklimaks bagi kami. Kami melakukan latih tanding dengan tim putra dan menang karena permainannya sangat baik. Namun, permainan yang kami harapkan tidak muncul pada pertandingan hari ini. Kami malah terlihat seperti baru belajar voli. Pertahanan kami buruk dan bola pertama kami juga buruk," kata Dadang.

Rita, yang juga pengumpan, mengatakan, dia tidak bisa mengolah bola menjadi umpan yang enak karena bola pertamanya tidak berjalan dengan baik. "Saya tidak bisa mengontrol ritme permainan karena bola pertama saja sangat tidak enak. Kami harus bekerja keras untuk memperbaiki receive untuk pertandingan berikutnya," kata toser nasional ini.

Di tiga set awal, Popsivo sebenarnya telah memimpin pertandingan hingga technical time out kedua. Namun, setelah itu mereka bermain buruk. Lawan pun bangkit dan menyusul. Hanya set ketiga yang berhasil dilewati Popsivo dengan kemenangan.

Pada babak pertama, misalnya, Petrokimia sempat tertinggal 13-16. Setelah itu, barulah tim asuhan Qi Lixia ini mampu mencetak empat angka berurutan dan mengubah skor menjadi 17-17. Perolehan angka berjalan ketat sampai akhirnya GP menutup pertandingan dengan skor 25-23. Hal serupa juga terjadi pada babak kedua. Petrokimia sempat tertinggal 8-12 dan bahkan memimpin hingga angka 19-16. Namun, Popsivo kalah 22-25.

"Kami masih harus membenahi mental pemain. Sikap ingin cepat menang pada babak ketiga menjadi acuannya. Alih-alih ingin menang 3-0, kami malah kecolongan satu set. Tehnik dan taktik permainan gagal diterapkan karena tidak siap mental," kata asisten pelatih Petrokimia Suyanto.

Selain itu, menurut Suyanto, timnya masih harus membenahi pertahanannya dan teknik permainan. "Kami masih harus membenahi pertahanan dan teknik permainan. Kemenangan ini tidak membuktikan kami sudah mencapai penampilan memuaskan. Popsivo sendiri menurut saya sebenarnya tidak bermain buruk dan harus diperhitungkan," tambah dia.

Di bagian putra, juara bertahan Surabaya Samator merebut kemenangan pertama di musim 2008 setelah menundukkan Jember Pemkab 3-1 (21-25, 25-17, 25-16, 25-17). [ATW/W-11]


Last modified: 1/3/08