[BENGKULU] Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu, masih kekurangan 2.659 pegawai negeri sipil (PNS) dari total kebutuhan 5.000 PNS. Akibatnya, pelayanan publik di daerah ini belum dapat dilaksanakan sesuai yang diharapkan masyarakat, terutama di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muko-Muko, Ferizal Syamsul, di Bengkulu, Jumat (29/2). Kekurangan PNS terbesar untuk tenaga administrasi di tingkat kecamatan dan kelurahan yang baru dibentuk. Kekurangan juga untuk tenaga kesehatan, guru, dan tenaga teknik yang berkaitan dengan pelayanan publik.
Untuk mengatasi masalah ini, pemkab setiap tahun mengusulkan ratusan formasi penerimaan calon PNS ke pemerintah pusat sesuai yang dibutuhkan.
Namun, dari jumlah formasi CPNS yang diusulkan, hanya sebagian yang direalisasikan. Akibatnya, pemenuhan kebutuhan tenaga PNS di Kabupaten Muko-Muko dilakukan bertahap.
Pada tahun 2007, Pemkab Muko-Muko mendapatkan tambahan CPNS 124 orang. "Mereka ini masih menunggu surat keputusan (SK) pengangkatan CPNS dari Badan Kepawaian Negera (BKN) pusat dan diperkirakan mereka ini mulai aktif sebagai PNS sekitar Mei mendatang," katanya.
Tentang usulan formasi CPNS 2008, Ferizal mengatakan, pemkab kembali mengusulkan sekitar 1.000 formasi CPNS. Dari jumlah itu, terbanyak untuk tenaga pendidik dan kesehatan. Pasalnya, di kabupaten yang dimekarkan dari Bengkulu Utara masih banyak kekurangan tenaga guru, perawat, dan bidan.
"Kita berharap usulan formasi CPNS 2008 yang kita sampaikan ke BKN itu dapat direalisasikan sesuai kebutuhan," katanya.
Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Muko-Muko, Satria Razali mengakui, Muko-Muko masih kekurangan ribuan tenaga PNS. [143]