SUARA PEMBARUAN DAILY

Kegiatan Separatis Papua Kehilangan Haluan

[JAYAPURA] Secara umum situasi keamanan di Papua kondusif. Dikatakan demikian, karena segenap perangkat pemerintah tetap berwibawa, mampu melakukan tugas dan fungsinya, serta kegiatan kemasyarakatan dapat berlangsung normatif, tanpa intensitas pelibatan aparat keamanan.

"Akhir-akhir ini kegiatan separatis politik Papua semakin kehilangan haluan. Energi dan upaya-upaya mereka mempolitisasi berbagai masalah hak asasi manusia (HAM) dan ketidakadilan ke beberapa forum nasional maupun internasional, telah jatuh ke titik nadir," kata Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Haryadi Soetanto, saat melakukan acara tatap muka dengan komponen masyarakat se-wilayah Jayapura, Jumat (29/2) siang, di Lapangan Tenis Bucen III, Waena.

Pola menyikapi perkembangan terakhir mengenai proses repatriasi warga Papua di Papua Nugini yang jumlahnya mencapai 690 orang atau 191 keluarga. Diharapkan, pemulangan itu akan berlangsung dengan baik.

Pangdam mengharapkan seluruh komponen anak bangsa di Papua untuk membantu kelancaran pemulangan warga dari PNG dengan memberikan tempat yang baik di Papua dan memberlakukan mereka sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air.

Menyangkut spesifikasi masyarakat Papua di perbatasan, peningkatan kerja sama antara masyarakat dan TNI dimaksudkan untuk mencegah penyelundupan hasil hutan dan perdagangan manusia, membatasi perdagangan gelap, penyelundupan barang dan obat-obatan terlarang seperti ganja, marijuana, minuman keras sera mencegah pelintas batas yang dicurigai terinveksi HIV/AIDS, katanya.

Pangdam juga menyinggung agar lembaga pers yang seharusnya memiliki akses untuk mengontrol kebijakan TNI, bila tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

"Insan pers saya harapkan mampu menyuguhkan berita secara objektif agar masyarakat dapat menilai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Kodam XVII/Cen- derawasih atau pemerintah," katanya. [ROB/M-11]


Last modified: 1/3/08