[SEMARANG] Keberadaan lembaga-lembaga donor, baik lokal maupun asing di daerah dirasakan sangat membantu kemajuan dan perubahan yang terjadi di wilayah setempat. Karena perannya yang cukup besar itu, diharapkan komunikasi dan koordinasi lembaga-lembaga donor dengan Pemerintah Daerah terus dijalin.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), Djoko Triwiyatno, kepada SP, Sabtu (1/3), mengatakan, kehadiran lembaga donor juga sangat dirasakan Kabupaten Boyolali.
Menurutnya, banyak lembaga donor yang sudah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. Peran mereka sangat besar, sehingga catatan kerjasama itu perlu dibahas sebagai bentuk pertanggung-jawaban kerjasama kedua belah pihak.
Lembaga donor lokal dan asing yang bekerjasama dengan Pemkab Boyolali, kata Djoko, antara lain Local Governance Support Program-United State for International Development (LGSP-USAID), Decentralized Basic Education 1,2,3, dan VECCO.
Pemkab sangat membutuhkan bantuan lembaga dari luar, karena keterbatasan dana, sumber daya manusia dan waktu untuk memberikan pelayanan.
Regional Coordinator Jawa Tengah LGSP-USAID, Budi Raharjo mengatakan, LGSP-USAID bekerjasama dengan Pemkab Boyolali sejak bulan September 2005 dan akan berakhir bulan September 2008.
Menurut Budi, pendampingan LGSP difokuskan pada 5 bidang yakni penguatan Dewan perwakilan Rakyat Daerah, Perencanaan Daerah, Pengelolaan Keuangan Daerah, Penguatan Organisasi Masyarakat Sipil, dan peningkatan pelayanan bidang Promosi Kesehatan melalui Dinas Kesehatan dan Sosial. [142]