[YOGYAKARTA] Klaim Asuransi kesehatan rakyat miskin (Askeskin) bulan Janurai sebesar Rp 9 milyar dari RS Sardjito Yogyakarta sampai sekarang belum dibayarkan oleh pemerintah.
Meski RS Sardjito telah mengirimkan nomor rekening ke Departemen Kesehatan (Depkes) di Jakarta sebagaimana ketentuan dari pemerintah pusat, belum ada dana yang masuk ke rekening tersebut.
Direktur Pelayanan Medik RS Sardjito, dr Budi Mulyono, Jumat (29/2) mengatakan, Depkes hanya akan mengirimkan klaim Askeskin sebesar 50 persen dalam jangka waktu tiga bulan ke depan, namun sampai saat ini RS Sardjito belum mendapatkan transfer apapun.
"Saat ini terus terang memang belum terbayarkan klaim sebesar 9 milyar sejak Januari lalu. Tapi kalau jadi dibayarkan 50 persen dulu untuk waktu 3 bulan, cash flow nya tak akan terganggu," katanya.
Dikatakan Budi, dari sekitar 900 pasien rawat jalan yang periksa setiap harinya, 360 diantaranya merupakan pasien Askeskin.
Sedangkan dari 450 kamar yang tersedia 40 persennya juga ditempati oleh pasien Askeskin. Ia yakin, jika sistem baru yang diterapkan lancar, yaitu klaim langsung dikirimkan oleh pemerintah, akan lebih baik dibanding sistem sebelumnya yang harus melalui PT Askes.
"Namun sejauh ini RS Sardjito bahkan RS lain, kewalahan melayani pasien miskin dikaitkan dengan klaim yang selalu tersendat," tegasnya. [152]