Dari 2.200 mahasiswa yang mengajukan beasiswa Biaya Operasional Pendidikan (BOP), Universitas Gadjah Mada (UGM) hanya memberikan pembebasan BOP kepada 1.500 mahasiswa. Karena itu, 700 mahasiswa terancam tidak bisa mengikuti perkuliahan dan terancam drop out (DO) gara-gara tidak mampu membayar. Hal itu, disampaikan sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM, di Yogyakarta, Jumat (29/2.
Presiden BEM KM UGM Budiyanto mengatakan, mahasiswa kesulitan membayar BOP yang rata-rata minimal Rp 5 juta. Untuk membantu mereka, BEM KM UGM membuka rekening di bank. Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UGM Haryanto mengatakan, UGM baru mampu membantu sejumlah itu. Namun, dia menjanjikan sumber lain guna memberi beasiswa BOP. Tahun 2007, beasiswa yang disalurkan mencapai Rp 17 miliar untuk 7.000 mahasiswa. Tahun 2008, beasiswa yang disalurkan sudah mencapai Rp 7,4 miliar untuk 3.500 mahasiswa. [152]
Empat perguruan tinggi swasta (PTS) di Malang, Jawa Timur (Jatim), yakni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Widya Gama (Uwiga), Universitas Islam Malang (Unisma), dan Institut Teknologi Nasional (ITN), menerima penghargaan Anugerah Kampus Unggulan (AKU) dari Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII Jatim. Menurut Koordinator Kopertis VII Jatim Nadjadji Anwar, di Malang, Kamis (28/2), UMM merupakan PTS paling unggul dibanding 20 PTS penerima AKU dari 307 PTS yang ada di seluruh Jatim.
Sementara itu, Rektor UMM Muhadjir Effendy mengaku bangga universitasnya terpilih sebagai urutan terbaik dari 10 besar PTS penerima AKU Kopertis VII Jatim. Rektor Uwiga Malang Muryati menyatakan gembira PTS yang dipimpinnya masuk 10 besar. "Ini kado kedua setelah PTS kami juga masuk dalam 50 besar terbaik se-Indonesia versi Depdiknas," katanya. Hal senada diungkapkan Rektor ITN Malang Abraham Lomi. [070]
![]()
SP/Charles Ulag
Direktur Jakarta Eye Center, Istiantoro (kanan), membersihkan katarak dengan mesin teknologi "cold phacoemulsification" terbaru bernama Signature di Rumah Sakit Jakarta Eye Center, Jakarta, Jumat (29/2). Penggunaan mesin teknologi tersebut membuat bedah operasi katarak menjadi lebih efisien, cepat dan menurunkan risiko terjadinya luka bakar, yang sering ditimbulkan alat operasi katarak konvensional.