[MOJOKERTO] Penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang penduduk di lima dari 18 wilayah kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dalam dua bulan terakhir, sudah merenggut tujuh jiwa korban dari 388 kasus. Kelima wilayah yang masuk kategori daerah epidemi itu antara lain Kecamatan Puri, Kecamatan Jetis, Kecamatan Mojoanyar, Kecamatan Sooko dan Kecamatan Gedek.
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Mojokerto, Noer Windijantoro menjawab pertanyaan SP, Sabtu (1/3) pagi menjelaskan, para korban meninggal akibat DBD itu berasal dari Desa Kepuhanyar (Kecamatan Mojoanyar), Desa Kedungsari (Kecamatan Kemlagi), Desa Balongsari dan Desa Mojolebah (Kecamatan Jetis), serta Desa Sooko (Kecamatan Sooko).
Sementara itu, penghuni Pondok Pesantren Al Fatah di Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (29/2) diserang DBD yang mengakibatkan empat orang santri harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Sampai Sabtu (29/2) pagi, keempat santri tersebut masih harus menjalani perawatan dokter. Mereka adalah Risqi (13), Rani (13) ,Fatimah (14) dan Maarif (14).
Direktur RSUD Cilacap Choizin Sungaidi ketika dikonfirmasi membenarkan telah menerima rujukan pasien DBD dari Puskesmas Maos yang terdiri dari para santri Ponpes Al Fatah. "Semula mereka memang dirawat di Puskesmas Maos, karena dikira demam biasa. Ternyata mereka terserang DBD, sehingga dokter puskesmas mengirim mereka ke sini" ujar Choizin Sungaidi.
[WMO/070]