SUARA PEMBARUAN DAILY

Seluruh Daerah Berpotensi Gempa

SP/Alex Suban

Peneliti dan pakar kegempaan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman Natawidjaja memaparkan potensi gempa di wilayah Indonesia dalam diskusi di Redaksi "Suara Pembaruan", di Jakarta, Jumat (29/2).

[JAKARTA] Hampir seluruh wilayah di Indonesia berpotensi gempa. Meski demikian, upaya penanggulangan bencana, meliputi kegiatan-kegiatan pencegahan dan mitigasi baru akan dimulai pemerintah. Walaupun Undang-Undang (UU) Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana sudah disahkan pada 26 April 2007, hingga kini belum diberlakukan.

"Padahal bencana akan terus terjadi di mana-mana. Pemerintah harus segera memberlakukan UU tersebut," ucap ahli geologi dari Pusat Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Danny Hilman Natawidjaja, dalam diskusi mengenai gempa di Suara Pembaruan, Jakarta, Jumat (29/2).

Danny mengingatkan, terkait UU yang sudah disahkan 10 bulan lalu itu, pemerintah juga seharusnya membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di tingkat pusat yang diketuai oleh pejabat setingkat men- teri. Selanjutnya, dibentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat propinsi dan kabupaten/kota.

"BNPB harusnya sudah ditetapkan paling lambat enam bulan setelah ditetapkan UU, yaitu bulan Oktober tahun lalu, sedangkan BPBD paling lambat satu tahun setelahnya. Namun, hingga kini belum juga terwujud," ujarnya.

Saat ini, Danny masih diminta membantu Badan Koordinasi Nasional Penggulangan Bencana dan Pengungsi (Bakornas PBP) untuk menyusun pedoman analisa risiko bencana.

Pakar gempa lulusan California Institute of Technology, Amerika Serikat, ini mengatakan, masih sering terdapat kesalahpahaman mengenai pengertian pusat gempa atau episentrum, baik di kalangan masyarakat awam, media massa, maupun sesama ahli geologi maupun seismologi.

Dia menjelaskan, sumber gempa itu suatu bidang, bukan titik. Kebanyakan ahli geologi, bahkan ahli seismologi, menganggap sumber gempa itu ledakan titik, padahal sebenarnya bidang. Episentrum itu adalah titik di mana batuan yang mengalami tumbukan mulai pecah dalam beberapa detik.

Tindakan Cepat

Berkaitan dengan upaya memprediksi kemungkinan terjadinya gempa, ia mengatakan, hal tersebut untuk jangka pendek dapat dilakukan dengan meneliti siklus gempa. Misalnya dari sejarah geologi, dan dengan global position system (GPS) bisa diketahui siklus gempa secara karakteristiknya.

Terkait gempa tremor yang belakangan terjadi di Indonesia, terutama di wilayah Pulau Sumatera, dia mengimbau pemerintah agar melakukan antisipasi dan tindakan cepat. Dia menyarankan, selama gempa tremor masih terjadi, sebaiknya pemerintah menetapkan siaga satu, dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa skala lebih.

Dia juga mendesak pemerintah memasukkan pelajaran tentang gempa dan tsunami di sekolah-sekolah. Selain itu, pihak terkait perlu sesering mungkin memberi informasi walaupun secara sederhana dan mengadakan pelatihan di kawasan rawan gempa dan tsunami, agar masyarakat memahami dan bisa cepat bergerak jika terjadi gempa. [AMT/S-26]


Last modified: 1/3/08