[JAKARTA] Penyebab kematian sepasang selingkuhan M Rois (43) dan Isnawaty (36) yang tewas dalam mobil kijang B 7854 XZ di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (29/2), belum diketahui. Hingga Sabtu (1/3) dini hari, jenazah Isnawaty belum di autopsi. Sementara jenazah Rois telah dikuburkan Jumat sore di kompleks pemakaman Penggilingan, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Pihak keluarga menolak melakukan autopsi atas jenazah Rois.
"Jenazah pria baru saja dikuburkan dan pihak keluarga menolak autopsi," kata Heri, petugas piket di Kamar Mayat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Sementara itu, seorang pria yang mengaku suami dari Isnawaty mendatangi RSCM pukul 21.00 WIB. Ia menolak diwawancarai wartawan dan memberitahukan identitasnya. Namun kepada petugas kamar mayat, dia mengaku sebagai suami Isnawaty.
Sama seperti suami Isnawaty, keluarga Rois juga enggan berkomentar seputar kematian Rois. Istri Rois, Rahayu, berupaya menghindari wartawan.
Sementara itu, kepastian bahwa kedua insan manusia itu merupakan pasangan selingkuh disampaikan petugas kepolisian yang mengantar jenazah kedua sejoli itu ke RSCM. "Ya, betul mereka sedang selingkuh," kata petugas itu menjawab SP, Jumat malam.
Saat ditanya penyebab kematian, dia menjelaskan tidak bisa diketahui pasti karena pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. "Mungkin karena keracunan gas karbon monoksida," katanya.
Sebagaimana diketahui dari identitas yang didapat dalam mobil, M Rois adalah Auditor I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang tinggal di Jalan Cipinang Kebembem, Jakarta Timur. Sementara Isnawaty, warga Nurul Huda, Ciputat, Jakarta Selatan. Saat ditemukan petugas kebersihan Ancol, Jumat (29/2), celana dalam dan celana panjang Rois tergeletak di jok depan mobil. Sedangkan Isnawaty, terlihat tubuh bagian atasnya tidak ditutupi pakaian. Kedua jenazah ditemukan sudah membusuk, diduga sudah tiga hari tewas di sana. [RBW/Y-4]