Musim salju yang sangat hebat pada tahun ini membuat jumlah warga yang kekurangnya pasokan air minum di Tiongkok meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 5,9 juta orang. Kantor berita Xinhua menyebutkan, angka yang dipublikasikan pada Jumat (29/2) malam meningkat tajam dari yang semula 2,43 juta pada satu minggu sebelumnya. Angka tersebut dikutip dari Markas Bantuan Kemanusiaan untuk Kekeringan dan Banjir milik pemerintah Tiongkok.
Seorang juru bicara yang dikutip Xinhua mengatakan kesulitan memperoleh air minum muncul akibat musim salju yang berkepanjangan. Sementara itu, 15,8 juta hektare lahan telah terkena dampak musim salju yang parah dan berkepanjangan, atau jauh lebih besar ketimbang tahun lalu yang hanya menimpa 2,9 juta hektare lahan. Sejumlah wilayah timur laut Tiongkok menjadi lokasi yang paling parah karena menempati porsi 60 persen dari seluruh wilayah yang dilanda kekeringan akibat musim salju. Sementara, curah hujan yang turun di wilayah utara Tiongkok pada musim salju tahun 2008 menurun hingga 70 persen. [AFP/E-9]
Alunan musik yang dimainkan oleh para musisi Amerika Serikat (AS) di Pyongyang minggu ini diharapkan dapat membantu meyakinkan Korea Utara (Korut) untuk menghentikan ambisi nuklirnya. Demikian harapan pejabat tinggi AS Christopher Hill, Jumat (29/2). "Ketika mereka tidak menyukai kata-kata, mungkin mereka akan menyukai musik," kata Hill yang sedang mengunjungi sejumlah negara di Asia untuk mengupayakan lagi pembicaraan tentang perlucutan nuklir.
New York Philharmonic telah menggelar konser di Korut pada Selasa (26/2) guna mempererat hubungan AS dengan negara Stalin tersebut. Hadirin termasuk elite Korut memberikan tepukan tangan hangat atas penampilan orkestra tertua di New York itu.
Hill, yang berbicara di Bangkok, berkata jika Pyongyang menghentikan ambisi nuklirnya, maka akan banyak kesempatan kerja sama dengan berbagai negara. [AFP/MRS/Y-2]