[ANKARA] Pasukan Turki menarik diri dari wilayah utara Irak, Jumat (29/2), setelah melancarkan serangan ofensif selama satu minggu terhadap para pemberontak Kurdi.
Di sisi lain, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan tetap menegaskan Ankara akan terus melanjutkan perlawanan terhadap kelompok separatis Partai Buruh Kur-distan (PKK). Erdogan juga mendesak agar para militan Kurdi meletakkan senjata.
Militer Turki membantah penarikan dari Irak utara merupakan keputusan terburu-buru yang diambil karena adanya tekanan AS. Disebutkan pula, pasukan Turki yang dikerahkan ke wilayah utara Irak pada 21 Februari telah berhasil mencapai target-target yang mereka inginkan.
Militer Turki mengungkapkan, serangan ofensif yang dilancarkan telah menyebabkan pukulan serius terhadap kelompok pemberontak. Sedikitnya 240 militan tewas dan puluhan kamp serta depot amunisi berhasil dihancurkan dalam serangan tersebut.
AS mengkhawatirkan serangan Turki ke Irak utara dapat memperluas konflik di kawasan. Oleh karena itu, Presiden AS George W Bush, Kamis (28/2), mendesak agar Turki segera menarik diri dari Irak utara.
Menteri Pertahanan AS Robert Gates secara pribadi juga telah mendesak para pemimpin Turki agar segera menarik pasukan dari Irak utara, dalam serangkaian perundingan di Ankara.
Washington, yang mendukung operasi militer Turki dengan memasok informasi intelijen tentang pergerakan mi- litan PKK di lapangan, menegaskan kembali dukungannya terhadap Turki, sekutu kuatnya di NATO, setelah penarikan dilakukan.
"Ada satu hal yang telah jelas, bahwa AS, Turki, dan Irak tetap akan terus memandang PKK sebagai organisasi teroris yang harus dihadapi," kata Juru Bicara Gedung Putih, Gordon Johndroe.
Bukan Kawasan Aman
Di sisi lain, militer Turki mengatakan bahwa PKK, yang dimasukkan ke dalam daftar kelompok teroris oleh Ankara dan banyak negara di komunitas internasional, belum berhasil dimusnahkan.
"Tetapi mereka kini telah dibuat menyaksikan sendiri betapa wilayah utara Irak bukan lagi kawasan yang aman buat mereka," kata militer Turki.
Serangan militer Turki mencakup gempuran di darat dan udara, diarahkan ke sejumlah posisi pemberontak di dan sekitar Zap, sebuah kawasan pegunungan bersalju dekat perbatasan Turki, tempat sebagian besar basis PKK dan kamp pelatihan mereka berada.
PKK, di sisi lain, juga punya basis pertahanan utama di pegunungan Qandil, jauh menjorok ke wilayah tenggara Turki, yang berada dekat perbatasan Irak-Iran. Ratusan militan PKK ada di dalam wilayah Turki.
Erdogan mendesak para pemberontak agar meletakkan senjata. Komunitas Kurdi juga diserukan Erdogan agar menyampaikan tuntutan mereka secara damai. [AFP/E-9]