SUARA PEMBARUAN DAILY

Disiapkan, Lahan Ubi Kayu 7 Juta Hektare

[JAKARTA] Departemen Pertanian (Deptan) telah menyediakan tujuh juta hektare lebih lahan yang siap ditanami ubi kayu. Lahan yang tersebar di delapan provinsi di Tanah Air itu, dimaksudkan untuk mengembangkan dan meningkatkan produktivitas ubi kayu sebagai sumber pangan dan energi alternatif.

Menurut Direktur Umbi-umbian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Deptan, Muchlizar Murkan, yang ditemui SP di Menara Kadin Indonesia, Jalan H R Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (28/2), pihaknya menyediakan lahan yang dan siap digarap untuk pengembangan ubi kayu sebagai bahan pangan, terutama sebagai energi bioetanol.

Di Sumatera lahan yang disediakan seluas 2.016.206 ha, di Jawa Barat 819.624 ha, Jawa Tengah 296.122 ha, Yogyakarta 96.571 ha, Jawa Timur 1.166.285 ha, Nusa Tenggara Timur 1.470.144 ha, dan Sulawesi Selatan dengan potensi lahan kering 747.471 ha.

Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2005, potensi lahan kering di Indonesia seluas 25.955.901 ha, terdiri dari lahan tegalan 10.775.051 ha, lahan ladang 3.839.093 ha, sedangkan 11.341.757 ha lahan untuk sementara tidak diusahakan.

Dari beberapa sumber bioethanol, sambung Muchlizar, ubi kayu potensial dikembangkan sebagai bahan baku, karena dapat diproduksi dalam jumlah yang besar pada berbagai agroekosistem.

"Selama ini, belum ada teknologi yang benar-benar dapat dipergunakan oleh petani. Akibatnya, produktivitas petani sangat rendah, lantaran harga jualnya yang kurang menggiurkan dan tidak ada kepastian pembeli hasil tanam mereka. Tetapi sekarang, selain harga jualnya tinggi, petani juga boleh lega karena ada kepastian pasar," ujar Muchlizar. [CNV/N-6]


Last modified: 1/3/08