SUARA PEMBARUAN DAILY

ORI 004 Masuk Bursa

Transaksi Harian Obligasi Rp 200 Miliar

[JAKARTA] PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan rata-rata tran- saksi obligasi di atas Rp 200 miliar per hari dengan masuknya Obligasi Negara Ritel (ORI) 004, pada 13 Maret 2008.

"Saat ini, rata-rata transaksi obligasi di BEI mencapai Rp 163 miliar per hari. Setelah pencatatan ORI004, transaksi diharapkan meningkat di atas Rp 200 miliar per hari," kata Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah, dalam jumpa pers penerbitan ORI004 di Jakarta, Jumat (29/2).

Menurut dia, instrumen ORI004 akan mendongkrak transaksi obligasi di BEI. Pasalnya, setiap penerbitan ORI rata-rata membuat transaksi obligasi di bursa meningkat hingga 60 persen.

Apalagi, investor institusi banyak mengincar ORI yang diperdagangkan di bursa, mengingat saat diterbitkan ORI ditunjukkan untuk investor ritel atau individual.

Investor dapat mengoleksi ORI yang diperdagangkan di bursa dengan kisaran harga minimal Rp 5 juta dan maksimal Rp 3 miliar.

"Market ORI masih luas karena sifat investornya berbeda dengan equity (saham, Red). Investor obligasi bukan mencari capital gain, tetapi bunga yang menarik," ujar Erry.

Di tempat yang sama, Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan (Depkeu), Rahmat Waluyanto mengatakan, ORI menjadi instrumen investasi yang menarik dan selalu mendapat respon positif setiap kali diterbitkan karena memiliki risiko yang relatif kecil dan bunga menarik.

Saat ini, rata-rata bunga ORI sekitar 9,5 persen, jauh melebihi bunga deposito bahkan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate).

Sejak 2006, pemerintah sudah menerbitkan tiga ORI, yakni ORI001 sebesar Rp 3,8 triliun, ORI002 Rp 6,23 triliun dan ORI003 Rp 9,37 triliun. Khusus untuk ORI004 yang ditawarkan mulai 25 Februari 2008 sampai 6 Maret 2007, pihaknya belum dapat memastikan berapa yang akan diterbitkan pemerintah.

Namun diperkirakan ORI004 akan melampaui ORI 003. Pasalnya, selama tiga hari penawaran, yakni hingga Kamis (28/2), pemesanan ORI004 telah mencapai Rp 6,32 triliun. ORI004 dijual oleh 15 bank dan tiga perusahaan efek (PE).

"Kita masih punya waktu enam hari lagi untuk penawaran ORI004. Jadi pemesanannya masih akan bertambah.Biasanya tiap penerbitan ORI, nilai penjualannya hampir selalu bertambah setengah dari ORI sebelumnya," ujar Rahmat. [J-9]


Last modified: 1/3/08