SUARA PEMBARUAN DAILY

Gempa di Sumatera

Mentawai Rawan Gempa

[PADANG] Ratusan warga Kepulauan Mentawai yang tinggal di pesisir, hingga Selasa (26/2) pagi, masih bertahan di tempat-tempat yang tinggi. Mereka dicekam ketakutan pascagempa bumi berkekuatan 7,2 skala richter (SR) yang mengguncang Bengkulu dan Sumatera Barat pada Senin (25/2) akan memicu tsunami.

"Kita telah mengarahkan warga untuk kembali ke kediaman masing-masing. Namun, mereka memilih bertahan di daerah yang lebih tinggi. Kita tidak dapat memaksa mereka untuk kembali," ujar Wakil Bupati Kabupaten Mentawai, Yudas Sabaggalet, Selasa pagi.

Kepulauan Mentawai merupakan daerah yang berada dekat dengan patahan gempa. Akibat gempa Senin, puluhan rumah rusak berat, termasuk beberapa bangunan sekolah dan kantor pemerintahan.

Terkait gempa pada Senin, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVG) pada Badan Geologi, Surono menegaskan, wilayah Mentawai rawan gempa. Dia menjelaskan, gempa 7,2 SR disebabkan tumbukan pada zona pertemuan di sebelah barat Pulau Sumatera. Zona pertemuan itu terbentuk akibat tumbukan antara Lempeng Eurasia dan Indo-Australia.

Wilayah yang dilanda gempa, jelas Surono, umumnya tersusun oleh endapan berumur kuarter berupa aluvium, endapan pantai, dan endapan rombakan gunung api yang bersifat lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan gempa bumi sehingga rawan ter-hadap guncangan gempa bumi.

Sementara itu, gempa bumi yang terjadi Senin sore, tidak menimbulkan korban jiwa. Gempa yang dirasakan warga di Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu tersebut hanya menyebabkan sejumlah bangunan retak. Getaran gempa juga dirasakan warga di Jambi, dan sempat menimbulkan kepanikan warga setempat. [BO/153/143/141]


Last modified: 26/2/08