[JAKARTA] Pengurus cabang olahraga (cabor) optimistis, Program Atlet Andalan (PAL) bisa menjamin kontinuitas pembinaan atlet nasional. Pendanaan memadai dari program ini diharapkan bisa mengembalikan dominasi atlet Indonesia di ajang internasional. Sementara pemerintah diharapkan konsistensi dan berkomitmen penuh, supaya PAL tidak malah menjadi sandungan baru kemajuan olahraga nasional.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Paulus Lay, di Jakarta, Senin (25/2). Menurut dia, selama ini, pembinaan atlet sering terbentur masalah dana yang tidak mengakomodir seluruh atlet.
"Misalnya ada 100 atlet berbakat, namun dana yang ada hanya cukup untuk membiayai Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) bagi 90 atlet. Artinya, 10 atlet yang tidak tertampung harus dipulangkan dulu. Kalau ada ajang dan dana tambahan, baru dipangil lagi. Yang terjadi kemudian, sepuluh atlet ini mengalami penurunan kualitas, akibat kendurnya jadwal latihan dan pola makan yang tidak sehat selama tidak mengikuti pelatnas. Jadi begitu kembali ke pelatnas, harus dilatih dari nol lagi. Pembinaan hanya maju mundur, dan tidak bisa optimal. Kalau waktu persiapannya cukup, masih bisa terbantu. Tapi kalau tidak, sulit mencapai peak performance lagi," jelas dia.
Sementara itu, Ketua PAL, Achmad Soetjipto mengatakan, sampai kemarin belum ada kejelasan mengenai kepastian waktu peluncuran PAL. "Saya belum bisa berkomentar karena memang belum ada perkembangan baru. Kalau sudah diresmikan akan kita informasikan," kata dia.
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora), Adhyaksa Dault, pekan lalu mengatakan, penggodokan PAL akan tuntas akhir Februari ini. "Kepengurusan dan pelaksanaan akan ditangani oleh dewan pembina yang akan dipilih dari KONI. Pemerintah akan bertindak sebagai penggalang dana," kata dia.
Sasaran dari program tersebut, seperti diungkapkan Adhyaksa, meningkatkan posisi ke peringkat ketiga di SEA Games 2009 di Laos, serta SEA Games 2011 di Indonesia. [ATW/L-9]