
[LONDON] Arsenal berharap pemainnya Eduardo da Silva bisa kembali merumput sembilan bulan lagi. Striker ini mengalami patah kaki setelah diterjang pemain Birmingham Martin Taylor pada lanjutan pertandingan Liga Inggris di Stadion St Andrews, Birmingham, Sabtu (24/2). Setelah kejadian itu, Taylor mendapat ancaman pembunuhan.
Pemain kelahiran Brasil yang kini membela Kroasia itu mengalami patah tulang betis kaki kiri dan pergelangan kakinya juga bergeser.
Dengan cedera tersebut, pemain yang Senin kemarin tepat berumur 25 tahun itu akan kehilangan kesempatan bermain di Piala Eropa 2008, Juni mendatang. Diperkirakan, kakinya akan digips selama enam pekan. Setelah itu, dia harus mendapatkan perawatan lagi selama beberapa bulan. "Semuanya dalam kondisi baik, kaki Eduardo akan digips dan menggunakan tongkat selama enam atau delapan pekan. Setelah itu, secara bertahap ia akan menjalani latihan beban selama proses pemulihan. Diharapkan Eduardo bisa kembali ke lapangan dalam enam bulan dan pulih total dalam waktu sembilan bulan," tulis Arsenal.
Meskipun menderita karena diterjang Taylor, Eduardo memaafkan bek tersebut. "Saya memaafkan Martin. Saya tahu, dia tidak berusaha mencederai saya," kata Eduardo.
Menurutnya, kejadian seperti itu sering terjadi di sepakbola. "Saya tahu risiko menjadi pemain sepakbola profesional. Kadangkala Anda di atas, kadang di bawah," jelasnya.
Ancaman Pembunuhan
Sementara itu, Taylor mendapat ancaman pembunuhan terutama oleh penggemar Kroasia yang marah karena Eduardo tidak akan masuk dalam tim yang akan tampil di final Piala Eropa 2008. Sebuah situs yang dirancang khusus setelah kejadian tersebut menerima sekitar 27.000 pesan yang dialamatkan kepada mantan pemain Blackburn tersebut.
Petugas keamanan Birmingham City pun harus mengendalikan jurnalis Kroasia yang berlari ke jalan dan berusaha mencapai mobil Taylor setelah ia selesai melakukan latihan di markas klub pada Senin.
Manajer Birmingham Alex McLeish mengutuk reaksi tersebut dan mengatakan mental Taylor turun setelah mengalami pengalaman tersebut. "Saya sudah mendengar ancaman pembunuhan itu. Hal itu tidak masuk akal. Anda harus terus menjalaninya dan melupakannya. Ada beberapa orang gila di dunia," katanya. [AP/Rtr/W-11]