[BENGKULU] Warna air Sungai Seluma di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, sejak seminggu terakhir berubah menjadi hitam pekat. Perubahan ini terjadi diduga akibat pencemaran limbah pencucian batu bara di bagian hulu sungai. Selain warna air menjadi hitam pekat, warga yang mandi di sungai tersebut badannya gatal-gatal.
"Saya heran kenapa badan gatal setelah mandi di Sungai Seluma. Padahal, saya mandi pakai sabun, tapi sampai di rumah badan saya jadi gatal-gatal dan muncul bintik-bintik merah," kata Rustam (35), warga setempat kepada SP, di Bengkulu, Senin (25/2).
Warga mengatakan, sejak air Sungai Seluma berubah menjadi hitam, warga tidak berani mandi di sungai tersebut. Padahal, selama ini sungai tersebut selain digunakan untuk mandi juga mencuci, tapi setelah mengalami pencemaran tidak dimanfaatkan lagi.
Laporan
Sementara itu, pelaksana tugas Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Seluma, Rukman Ramli mengaku belum mendapat laporan atas dugaan pencemaran Sungai Seluma.
"Sampai sekarang kita belum mendapat laporan, kalau air Sungai Seluma berubah jadi hitam pekat. Jadi, saya belum bisa mengomentari hal tersebut," katanya seraya berjanji akan menurunkan stafnya ke lapangan untuk mencari tahu penyebab berubahnya warna air Sungai Seluma.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma, Darmawan Jaya menduga perubahan warna air Sungai Seluma akibat dampak dari kegiatan pencucian batu bara milik sebuah perusahaan yang berlokasi di hulu sungai tersebut.
Pasalnya, di hulu Sungai Seluma tidak ada pabrik kecuali kegiatan pencucian batu bara.
Untuk membuktikan dugaan itu perlu dilakukan penelitian oleh kantor Badan Lingkungan Hidup Seluma. Jika dari hasil penelitian benar perubahan warna air Sungai Seluma karena dampak pencucian batu bara, maka kegiatan tersebut harus dihentikan, sehingga dampak tidak meluas ke masyarakat, katanya. [143]