[PONTIANAK] Kawa- san perbatasan Kalimantan Barat (Kalbar) dengan Sarawak, Malaysia, harus dibangun sebagai beranda depan Indonesia. Pemerintah pusat diharapkan merealisasikan berbagai keputusan yang diarahkan untuk membangun kawasan perbatasan. Sebab, wilayah perbatasan sangat tertinggal.
Hal ini terjadi karena cara pandang dan perhatian pemerintah terhadap perbatasan sangat kurang. Untuk itu, perbatasan antara negara harus diwujudkan menjadi beranda depan Indonesia sehingga kesenjangan dapat dikejar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Kalbar Cristiandi Sanjaya kepada wartawan, di Pontianak, Senin (25/2).
Ia mengatakan, selama ini terjadi kesenjangan antara wilayah Malaysia dengan Kalbar di perbatasan terutama dalam bidang perkeonomian dan ketersediaan infrastruktur. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah pusat diminta mengubah paradigma dan cara pandang terhadap perbatasan yang diletakkan di bagian halaman belakang rumah Indonesia.
"Sudah waktunya menjadikan kawasan perbatasan sebagai beranda Indonesia. Harus disediakan dana yang memadai untuk pembangunan ekonomi, termasuk infrastruktur," ujarnya.
Pembangunan daerah perbatasan kalau hanya mengandalkan dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah berarti pelaksanaan pembangunan perbatasan tak memadai. [146]