[BENGKULU] Aktivitas pelayaran berbagai jenis kapal di perairan Bengkulu dihentikan total karena gelombang laut yang masih tinggi di atas 4 meter. Mereka khawatir jika tetap berlayar kapal akan tenggelam disapu gelombang besar tersebut.
Demikian pula para nelayan hingga kini belum berani kembali melaut karena takut gelombang di perairan tersebut yang masih tinggi dan berbahaya.
Staf Administrator Pelabuhan (Adpel) Bengkulu, Hasanuddin dalam percakapan dengan SP, Selasa (26/2) pagi tidak membantah hal tersebut. Ia mengatakan, sejak seminggu ini aktivitas pelayaran kapal , terutama kapal nelayan terhenti, akibat ketinggian gelombang di laut diatas 4 meter, sehingga mengancam keselamatan kapal.
"Sejak seminggu ini kita melarang kapal berlayar karena gelombang di Laut Bengkulu masih tinggi, sehingga jika berlayar sangat berbahaya bagi keselamatan kapal. Larang ini berlaku bagi semua kapal, termasuk KM Raja Enggano yang berlayar pergi-pulang Bengkulu-Enggano," ujarnya.
Dikatakan, kapal motor (KM) Raja Enggano sudah lebih dari seminggu tidak berlayar Pulau Enggano karena gelombang tinggi. Akibatnya angkutan barang dan penumpang dari dan ke Enggano terhenti total.
Pemilik KM Raja Enggano tidak berani mengambil resiko mengingat ketinggian gelombang di laut Samudera Hindia saat ini sekitar 4,3 meter. Sedangkan KM Raja Enggano jenis kapal roll and roll (roro) jika tetap berlayar dikhawatirkan tenggelam di hantam gelombang.
Staf Badan Meteorologi dan Giofisika Bengkulu, Ujang mengatakan, gelombang tinggi yang terjadi di perairan Bengkulu diperkirakan akan berlangsung beberapa hari ke depan. [143]