[PADANG] Direktur Konservasi Taman Nasional Laut Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Yaya Mulyana mengatakan, pengelolaan potensi kelautan Sumatera Barat (Sumbar), masih jauh dari harapan. Beberapa potensi laut seperti ikan terubuk, teripang dan terumbu karang, terancam punah karena eksploitasi yang tidak ramah lingkungan.
"Padahal, kelautan Sumbar memiliki potensi besar untuk dikembangkan, sebab terdapat beberapa jenis ikan khas yang hanya hidup di perairan Sumbar. Kini jumlahnya sangat sedikit dan nyaris punah, karena penggunaan bom ikan, serta limbah industri yang tak ramah lingkungan," kata Yaya, seusai meresmikan Unit Pengelola Teknis Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut, baru-baru ini, di Padang.
Saat dilakukan penelitian terkait keberadaan ikan tersebut delapan tahun lalu, tim peneliti hanya mampu menemukan 2 ikan terubuk. "Itu pun butuh waktu berjam-jam, dan saat dibelah perutnya, ternyata berisi serbuk kayu," katanya.
Kondisi itu, tambahnya, menjadi pembuktian bahwa habitat asal mereka sudah hampir tidak ada, sehingga mereka cenderung mencari habitat baru yang kadang tidak sesuai dengan keberlanjutan ikan itu sendiri. Jumlah ikan yang langka akan semakin banyak, jika tidak ada upaya dari pemerintah setempat untuk melestarikan keberadaan potensi yang memiliki nilai konservasi tinggi ini.
"Jumlah pasti ikan yang hampir punah belum terdata sepenuhnya, namun hal tersebut butuh kesadaran kita bersama, sehingga pelestariannya lebih optimal," tukasnya.
Tak hanya itu, teripang dan terumbu karang juga memiliki potensi kepunahan tinggi, karena eksploitasi secara berlebihan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab. Polusi di kawasan laut yang sangat tinggi, menjadi pemicu rentannya potensi laut ini punah, katanya. [BO/M-11]