[SEOUL] Lee Myung-bak (66) yang baru dilantik sebagai Presiden Korea Selatan (Korsel) berjanji akan memakmurkan Semenanjung Korea. Jadi bukan saja negerinya, tetapi juga Korea Utara (Korut). "Kebangkitan ekonomi adalah tugas yang mendesak," ujar Lee dalam pidato pelantikannya, Senin (25/2).
Mantan eksekutif puncak di bidang konstruksi ini menang pemilu Desember lalu setelah ia berjanji untuk merevitalisasi ekonomi dan melakukan pendekatan konsiliasi dengan Korut dalam masalah nuklir.
"Kita harus bergerak dari zaman ideologi ke zaman pragmatis," kata Lee kepada sekitar 60.000 orang yang menghadiri acara pelantikannya.
Pengambilan sumpah jabatan Lee yang dijuluki buldoser ini dilakukan oleh Majelis Nasional dan dihadiri oleh sejumlah pejabat negara sahabat di antaranya Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla dan Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice. Acara pelantikan ini diiringi lagu "Ode to Joy" dari Beethoven yang dinyanyikan oleh paduan suara.
Dalam kesempatan itu, Lee juga menekankan perlunya aliansi yang lebih kuat dengan sekutu utamanya yakni Amerika Serikat (AS). Ia juga meminta Korut membatalkan ambisinya soal nuklir, lebih membuka diri terhadap dunia luar dan menjanjikan masa depan yang lebih baik bagi negara tetangganya yang miskin tersebut.
Lee mengatakan akan meluncurkan paket investasi dan bantuan proyek untuk Korea Utara guna meningkatkan pendapatan per kapita negara tersebut menjadi US$ 3.000 dalam 10 tahun mendatang, sepanjang negara itu mau membatalkan program nuklirnya dan membuka diri.
Lee merupakan Presiden Korea Selatan kesepuluh dan yang pertama dari kalangan bisnis. Ia berjanji meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi tujuh persen per tahun, meningkatkan pendapatan per kapita menjadi US$ 40.000 dalam 10 tahun , dan menjadikan Korsel sebagai salah satu dari tujuh kekuatan ekonomi utama dunia. [AP/N-3]