[WASHINGTON] Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS), mengumumkan pemberian sanksi bagi sejumlah pebisnis penyokong dana rezim militer Myanmar. Di antaranya Steven Law, yang dikenal sebagai Tun Myint Naing dan ayahnya, Lo Hsing Han, yang dijuluki 'bos besar heroin'.
OFAC juga mengincar istri Law, Cecilia Ng, serta sejumlah perusahaan miliknya dan mengumumkan penambahan sanksi keuangan terhadap jaringan bisnis milik Tay Za, seorang taipan Myanmar, yang terlibat dalam perdagangan senjata.
"Jika junta di Burma tidak menghentikan kekerasan terhadap rakyatnya, kami akan terus mengincar orang-orang seperti Steven Law, yang mengeruk keuntungan secara koruptif akibat dukungannya pada junta militer," kata Stuart Levey, wakil menteri keuangan untuk terorisme dan intelijen keuangan.
OFAC menjatuhkan sanksi pada Asia World Co Ltd., serta anak-anak perusahaannya, seperti Asia World Port Management, Asia World Industries Ltd., dan Asia World Light Ltd. OFAC juga mengidentifikasi 10 perusahaan di Singapura, yang dimiliki Cecilia Ng, di antaranya Golden Aaron Pte Ltd.
Law dan ayahnya, Lo Hsing Han, dituding terlibat dalam aktivitas keuangan ilegal. "Lo Hsing Han dijuluki sebagai 'bos besar heroin'. Dia menjadi salah satu bandar terbesar heroin pada awal 1970-an. Law bergabung dengan kerajaan narkotika ayahnya pada 1990-an dan sejak itu telah menjadi salah satu orang terkaya di Burma," kata Levey.
Asia World Co Ltd, didirikan pada 1992 oleh Lo Hsing Han dan anaknya berperan sebagai direktur operasi. Asia World menjadi penyokong utama bagi rezim di Burma dan menerima sejumlah konsesi pemerintah yang menguntungkan, termasuk proyek-proyek konstruksi, jalan raya, dan kantor-kantor pemerintahan. [AFP/B-14]