![]()
AFP/DANIEL MIHAILESCU
Warga Serbia yang berada di Kosovka Mitrovica, membakar bendera Uni Eropa dalam aksi protes menolak kemerdekaan Kosovo , Senin (25/2).
[KOSOVSKA MITROVICA] Tembakan gas air mata dilepaskan polisi Kosovo untuk membubarkan demonstran Serbia yang melemparkan batu ke arah aparat dalam protes menentang kemerdekaan Kosovo di perbatasan yang terletak sekitar 30 kilometer arah timur laut Pristina, Senin (25/2).
Demonstran yang terdiri dari sekitar 150 warga Serbia melemparkan batu dan botol ke arah polisi Kosovo yang berasal dari etnis Albania, sembari meneriakkan "Kosovo adalah Serbia!".
Juru Bicara Kepolisian Kosovo Veton Elshani mengatakan, sebanyak 19 polisi mengalami luka-luka, satu di antaranya terluka parah. Elshani mengatakan, pasukan penjaga perdamaian NATO ikut turun tangan sehingga situasi bisa dikendalikan. Ia mengungkapkan, warga etnis Serbia menyiapkan serangan dari Serbia. Dalam unjuk rasa kemarin, mereka juga membawa truk penuh berisi batu dan botol.
Di Kota Kosovska Mitrovica hingga ke wilayah utara, yang secara etnis terbelah menjadi dua bagian, sekitar 2.000 demonstran Serbia di Kosovo berkumpul di bawah sebuah spanduk besar bertuliskan "Kosovo adalah Serbia!" Sementara itu, para pemimpin etnis Serbia di Kosovo mengecam kepemimpinan etnis Albania yang mendeklarasikan kemerdekaan Kosovo pada 17 Februari.
Beberapa demonstran membakar bendera-bendera Uni Eropa dan poster yang memuat gambar Menlu AS Condoleezza Rice bersama Boris Tadic, Presiden Serbia yang pro Barat.
Kosovo selama ini dianggap warga etnis Serbia sebagai jantung tanah kelahiran mereka. Kosovo, wilayah berpenghuni mayoritas etnis Albania dan beragama Islam, juga dianggap sebagai tempat berkembangnya Kristen Ortodoks yang dianut warga etnis Serbia. Itulah sebabnya, mereka menolak kemerdekaan Kosovo.
Tadic, Presiden Serbia yang baru terpilih, sebenarnya menentang kemerdekaan Kosovo. Tetapi, Tadic di sisi lain lain juga tetap bersikeras mempertahankan hubungan politik dan ekonomi dengan AS serta sejumlah negara Barat yang lain, kendati ada pengakuan negara-negara itu terhadap kemerdekaan Kosovo. [AP/E-9]