[WASHINGTON] Bakal calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Barack Obama, unggul atas saingan terkuatnya, Hillary Rodham Clinton, dalam perolehan suara dari kalangan pemilih liberal dan warga berpenghasilan menengah. Hasil jajak pendapat di tingkat nasional yang diselenggarakan dan dipublikasikan Associated Press-Ipsos, Senin (25/2), memberi peluang bagi Obama untuk meraih kemenangan atas Hillary dalam pemilihan pendahuluan (primary) di Texas dan Ohio, pada 4 Maret mendatang.
Hasil jajak pendapat AP-Ipsos tak urung menggarisbawahi rontoknya sejumlah kalangan pendukung Hillary, senator New York, sejak survei terakhir diselenggarakan dua minggu lalu. Pasca digelarnya survei AP-Ipsos dua minggu lalu, Obama berhasil meraih momentum dengan memenangkan 11 kaukus dan primary secara beruntun. Senator Illinois tersebut juga berhasil sedikit lebih unggul atas Hillary dalam perolehan delegasi menjelang diselenggarakannya konvensi Partai Demokrat di Denver, Agustus mendatang.
Dalam jajak pendapat kemarin, Obama berhasil unggul 23 persen atas Hillary dalam perolehan dukungan dari para pemilih di kalangan pria berkulit putih.
Secara keseluruhan, Obama unggul dengan 46 persen suara, meninggalkan Hillary yang hanya meraih 43 persen.
Dibanding dengan bakal calon presiden dari Partai Republik, Hillary mengungguli kandidat terkuat Partai Republik, Senator Arizona John McCain, dengan persentase perbandingan perolehan suara 48-43. Obama juga berhasil mengungguli McCain dengan persentasi perolehan suara lebih besar, yakni 51-41.
Foto Obama
Sementara itu, sebuah foto yang disebarluaskan lewat internet, Senin (25/2), memperlihatkan Obama tengah mengenakan busana tradisional lokal dalam sebuah kunjungan ke Kenya tahun 2006. Foto Obama tersebut langsung menyulut perdebatan sejumlah kalangan.
Foto tersebut memperlihatkan Obama tengah mengenakan sorban dan jubah berwarna putih yang diselempangkan para sesepuh di Wajir, sebelah timur laut Kenya. Ayah kandung Obama berdarah Kenya. Obama terakhir kali berkunjung ke Kenya pada 2006. [AP/E-9]