SUARA PEMBARUAN DAILY

Aksi Bom Bunuh Diri

Jenderal Pakistan Tewas

AFP /Farooq NAEEM

Petugas mengangkut mobil Letnan Jenderal Mushtaq Baig yang hancur akibat bom bunuh diri di Rawalpindi, Pakistan, Senin (25/2).

[ISLAMABAD] Bom bunuh diri menewaskan seorang ahli bedah militer Pakistan berpangkat letnan jenderal dan tujuh orang lainnya, di Rawalpindi, Pakistan, Senin (25/2). Pada hari itu terjadi tiga serangan secara terpisah.

Menurut Juru Bicara Militer Pakistan Mayjen Athar Abbas, Letjen Mushtaq Baig merupakan pejabat paling tinggi yang terbunuh akibat serangan teroris, sejak serangan ke Amerika Serikat (AS), pada 11 September 2001. "Ini serangan bunuh diri pertama yang menewaskan pejabat tinggi militer sejak 9/11 dan juga serangan pertama setelah Pemilu," katanya.

Sopir dan pengawal Mushtaq termasuk di antara tujuh orang yang tewas, bersama dengan lima warga sipil, serta 25 orang lainnya terluka. Diduga, serangan terjadi terkait penolakan Presiden Pakistan Pervez Musharraf untuk mundur, setelah kemenangan kelompok oposisi pada Pemilu Parlemen.

Dari Gedung Putih dilaporkan, AS akan terus mendukung Musharraf. "Presiden George W Bush mendukung Presiden Musharraf untuk semua upaya yang telah dia lakukan dalam menghadapi terorisme," kata Juru Bicara Gedung Putih, Dana Perino, Senin.

Nawaz Sharif dari Liga Muslim-N yang berkoalisi dengan Partai Rakyat Pakistan, bersikeras menuntut Musharraf mundur secepatnya. "Itu akan lebih baik baginya, karena rakyat telah memberikan mandat mereka," kata Sharif. [AFP/B-14]


Last modified: 26/2/08