
SP/Fuska Sani Evani
Seniman muda dari 11 negara yang bergabung dalam "ASEAN Youth Camp 2008" di Yogyakarta mempertontonkan hasil "belajar" mereka dari Didik Nini Thowok dalam "Gala Performance", Minggu (23/2) malam, di Taman Budaya Yogyakarta.
[YOGYAKARTA] Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir Jero Wacik SE optimistis dengan program Visit Indonesian Year 2008 yang akan menggaet 7 juta wisatawan mancanegara (wisman) masuk ke Indonesia. Angka tersebut didasarkan pada kunjungan turis asing pada tahun 2007 sebanyak 5,5 juta.
Hal itu dikatakan Menbudpar Jero Wacik Usai menutup ASEAN Youth Camp 2008 di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta (TBY) Minggu (24/2) malam.
Menurut Wacik, kebudayaan memiliki peran yang strategis dalam pembangunan kehidupan berbangsa dan negara. Namun sayangnya, kesadaran diplomasi budaya ini terkesan terlambat disadari dalam pembangunan bangsa. Pemerintah sekarang yakin, budaya mampu menjadi jembatan emas bagi diplomasi yang berdampak pada kesejahteraan. Untuk itu, strategi kebudayaan harus konkret.
"Kami sadar pemudalah yang menjadi estafet ke depan bagi Indonesia maupun negara ASEAN lainnya," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Wacik menuturkan ASEAN Youth Camp 2008 diselenggarakan di Yogyakarta dengan segala predikat yang dimiliki kota Yogyakarta. Sementara, ketika berbicara dalam seminar nasional Menelusuri Sejarah Penanggalan Nusantara di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Sabtu (23/2), Wacik juga mengatakan Visit Indonesian Year 2008 sebagai upaya membangun dunia kepariwisataan Indonesia sekaligus memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional.
Sudah 17 tahun, kata Wacik, pemerintah tidak mengadakan Visit Indonesian Year, terakhir tahun 1991 saat itu Menteri Pariwisata dijabat oleh Susilo Sudarman. Jero Wacik mengimbau semua komponen masyarakat untuk mendukung program Visit Indonesian Year 2008 ini.
ASEAN Youth Camp 2008 dilaksanakan berdasarkan keputusan hasil sidang ke- 42 ASEAN Committee on Culture and Information (ASEAN COCI) yang berlangsung di Pahang Malaysia, 8 - 10 Juni tahun lalu, yang menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah. Sementara tujuan ASEAN COCI adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap generasi muda tentang ASEAN, tukar menukar kebudayaan antarpemuda ASEAN, serta meningkatkan solidaritas di antara pemuda ASEAN.
Lebih lanjut Wacik mengatakan, budaya bisa divisualisasikan sebagai sebuah jembatan universal diantara bangsa-bangsa untuk memahami ide-ide, norma-norma, dan sikap dari masyarakat yang digerakkan oleh sebuah visi. Anak-anak muda , cenderung mempunyai dorongan yang kuat untuk bebas. Maka, dalam konteks ASEAN, kerangka kebebasan berekspresi yang diikat oleh budaya dan kreativitas akan dikembangkan dalam sebuah jaringan yang kuat untuk menghadapi globalisasi yang diidentifikasi oleh delegasi dari masing-masing negara atau yang disebutl Glokal (Global dan Lokal).
Peserta ASEAN Youth Camp 2008 berasal dari negara anggota ASEAN plus three. Kegiatan ini telah diselenggarakan tahun 1998 di Filipina, tahun 2000 di Malaysia, tahun 2002 di Myanmar, tahun 2003 di Laos, tahun 2004 di Kamboja, tahun 2006 di Brunei Darussalam, dan tahun 2008 di Indonesia yang merupakan penyelenggaraan yang ke- 8 kalinya.
Dalam kegiatan ini, peserta mengikuti workshop-workshop bersama pembicara seperti bidang pengelolaan warisan budaya disampaikan Profesor Dr Timbul Haryono, bidang musik oleh Setyadi Dewanto, bidang tari Didik Nini Thowok, dan bidang foto jurnalisme oleh Edial Rusli. [152]