
SP/Ignatius Liliek
Kelompok vokal asal Amerika Serikat Backstreet Boys, dari kiri ke kanan, Brian Littrell, Nick Carter, Howie Dorough dan A.J Mc Lean tampil atraktif pada konser di Plenary Hall, JCC Senayan, Jakarta, Senin (25/2). Konser bertajuk "Unbreakable" ini merupakan rangkaian konser promo album terbaru mereka di Asia dengan judul yang sama.
[JAKARTA] Penampilan boyband yang berjaya era 90-an, Backstreet Boys atau BSB ternyata tidak spektakuler. Di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC) Senin (25/2) malam, empat personel BSB tidak cukup mampu menghidupkan suasana.
Sebanyak 23 lagu dari tujuh album dibawakan oleh BSB. Sayangnya dari 23 lagu tersebut hanya sekitar 8-10 lagu saja yang mampu mencairkan suasana di kalangan penggemarnya. Lagu dengan judul Larger Than Life menjadi pembuka konser tersebut. Uniknya kostum pembuka yang dipakai empat personel boyband yakni jubah petinju profesional dengan empat warna berbeda.
BSB yang kini beranggotakan Nick Carter, Howie Dorough, Brian Littrell, dan AJ merupakan boyband terlaris di dunia. Bahkan BSB sempat meraih keuntungan sebesar US$ 2,2 miliar dari penjualan album dan konser. Penampilan personel BSB selalu kelihatan tampan pernah berhasil memikat gadis-gadis remaja.
Namun antusias penonton Jakarta malam itu hanya terlihat pada delapan lagu pertama. Setelah itu, mereka yang sebagian memilih tempat di area festival (bawah) hanya duduk-duduk sambil sesekali mengobrol dengan temannya.
Amelia (26) yang bekerja sebagai pegawai di Bank Mandiri, mengaku terlalu tidak menikmati konser BSB. Selain lebih banyak membawakan lagu-lagu baru, penampilan BSB di konser lebih mirip dengan penampilan di televisi.
"Tidak ada yang berubah atau yang baru dari penampilan BSB. Padahal saya berharap mereka bisa membawa gaya baru atau setidaknya tarian baru yang beda dengan video klip mereka dulu," keluh Amelia.
Sementara Liliany Felicia (23) mengatakan konser musik Beyonce atau artis dalam negeri lainnya justru lebih mewah daripada konser musik BSB malam itu. Atmosfer yang tercipta tidak mampu membawa penggemar kagum akan penampilan mereka.
Lagu-lagu yang dibawakan malam itu di antaranya Everyone, I Want It That Way, More That That, Incomplete, I'll Never Break Your Heart, dan sejumlah lagu baru lainnya. Dari 23 lagu yang dibawakan, terdapat dua lagu akustik dan empat lagu medley.
Mendominasi
Tarian yang lincah dan kompak di antara para personel BSB juga mendominasi aksi panggung malam itu. Seperti seorang personel BSB, AJ yang identik dengan topi baret dan cambangnya tetap lincah menggoyangkan pinggul sambil bernyanyi. Tetapi, sayangnya tidak ada yang baru dari BSB malam itu.
Tata letak panggung yang sederhana dan hanya mengandalkan permainan lampu sorot seolah didesain khusus untuk mempermudah para personel BSB bergerak. Dalam konser musik ini gaya dan penampilan anggota BSB seakan menjadi prioritas kedua setelah aksi tari mereka. Dalam konser yang berlangsung dua jam para personel sempat mengganti kostum sampai delapan kali.
Selain para penggemar BSB, terlihat beberapa artis juga ikut menonton konser musik tersebut. Grup musik Project Pop mengaku tidak mau ketinggalan melihat aksi panggung BSB. Udjo personel Project Pop mengatakan kedatangan mereka sebenarnya ingin mencuri ilmu penampilan dan kelihaian menguasai panggung para bintang Hollywood.
"Kami ingin tahu bagaimana BSB yang digilai para wanita muda itu beraksi di atas panggung. Ternyata aksi grup musik Indonesia juga tidak kalah keren dengan BSB," kata Udjo yang mengaku hapal dengan lagu BSB berjudul As Long As You Love Me.
Selain personel Project Pop, Novita Angie aktris sekaligus presenter sepakbola itu mengaku datang ke konser karena ingin nostalgia. Lagu berjudul Quit Playing Games With My Heart memiliki arti dan kenangan pribadi bagi Novita. Ia mengaku selain karena lagu-lagunya yang mudah dicerna dan kebanyakan romantis, ketampanan para personel juga menjadi daya tarik tersendiri.
Berbeda dengan Novita, Shanty kekasih sutradara Dimas Djayadiningrat datang justru hanya untuk mengisi waktu kosong. Menurut dia, konser aktris dan aktor luar negeri tidak selalu ada setiap tahun di Jakarta.
"Setelah hampir 10 tahun lebih, baru tahun 2008 ini BSB kembali ke Jakarta. Jadi sayang untuk dilewatkan, sekalian saya juga tidak ada acara," papar Shanty. [EAS/U-5]