
AFP
Para pemenang Academy Awards ke-80 (dari kiri) : Aktor Terbaik Daniel Day-Lewis ("There Will Be Blood"), Aktris Pendukung Terbaik Tilda Swinton ("Michael Clayton"), Aktris Terbaik Marion Cotillard ("La Vie En Rose") dan Aktor Pendukung Terbaik Javier Bardem ("No Country For Old Men") berpose dengan Piala Oscar masing-masing di the Kodak Theater, Hollywood, California, AS, Minggu (24/2).
[NEW YORK] Pamor perhelatan megah Academy Awards ternyata sudah anjlok di mata penonton televisi Amerika. Penelitian yang dilakukan Nielsen Media menyatakan rating siaran Oscar yang disiarkan langsung pada Minggu (24/2) lalu ternyata jeblok. Nielsen menyebut rating Oscar merosot 14 persen dari rata-rata penonton beberapa tahun.
Seperti dilaporkan AP, Nielsen menyebut jumlah penonton bahkan diketahui anjlok sebanyak 21 persen dibanding tahun 2007, pada saat film The Departed dinobatkan sebagai film terbaik. Penurunan rating ternyata juga terlihat jika dibandingkan pada tahun 2003 yang mencapai titik terendah yakni 33 juta penonton.
Survei rating Nielsen ternyata memperlihatkan penonton televisi yang menyaksikan Academy Awards ternyata hanya 32 juta orang. Dibandingkan tahun 2003, saat Chicago memenangi Film Terbaik, jumlah itu jauh lebih rendah. Bahkan dibandingkan tahun 1998, rating Academy Awards tahun ini merupakan yang terburuk. Pasalnya tahun 1998, saat Titanic menjadi film terbaik, Nielsen mencatat 55 juta penonton.
Aksi mogok para penulis naskah menjelang upacara Academy Awards beberapa waktu lalu mungkin ikut mempengaruhi perubahan animo para penonton televisi. Animo penonton dapat terlihat pada ada atau tidaknya film-film populer yang masuk dalam kategori nominasi film terbaik di ajang penghargaan tersebut.
Sebut saja, film No Country for Old Men yang menurut para kritikus film dinilai baik, tetapi ternyata kebalikannya bagi para penonton. Alhasil, film tersebut bahkan gagal memperoleh penghasilan yang lebih baik dari film laga seperti film Bourne Ultimatum.
Contoh lainnya ada pada tahun 2003 ketika Chicago diumumkan sebagai film terbaik, Nielsen mencatat jumlah penonton berjumlah 33 juta orang. Sementara pada tahun 1998, ketika Titanic meraih kategori film terbaik, jumlah penonton tercatat mencapai 55 juta orang lebih.
"Fenomena ini adalah bukti jumlah penonton sangat berkaitan dengan nominasi film-film terbaik Oscar," kata wakil presiden senior Carat media, Shari Anne Brill.
Maka Brill menyimpulkan, semakin sebuah film mempunyai daya tarik, semakin besar pula animo masyarakat yang tertarik menonton Oscar.
Maka, pelajaran pertama yang dapat diambil tahun ini adalah "Tak ada film bagus, tak ada penonton pula".
Lalu muncul pertanyaan, haruskah nominasi-nominasi film terbaik di ajang sekaliber Oscar harus terpengaruh dengan rating? Seperti misalnya, Spiderman 3 dan Alvin and The Chipmunks terpaksa dimasukkan dalam nominasi untuk mendongkrak rating Oscar di televisi.
Menanggapi hal tersebut, pengamat film, Maltin, mengatakan bahwa Oscar bukanlah sekedar acara televisi. Dia menambahkan, ada dua pelajaran lain yang bisa kita ambil dari perayaan Oscar tahun ini, di samping hal pertama yang penting tadi.
"Walaupun Oscar tidak memperoleh rating yang memuaskan, acara itu harus tetap mempertahankan kualitasnya," ujar Maltin. [WWH/U-5]