[JAKARTA] Menteri Pertanian, Anton Apriyantono optimistis Indonesia bisa menjadi negara pengekspor beras. Untuk menuju ke sana, bisa dilakukan dengan menggenjot produktivitas dan menaikkan index pertanaman padi.
Sejalan dengan itu, konsumsi beras per kapita harus dikurangi dengan mendorong diversifikasi pangan dari 139,15 kg per kapita saat ini menjadi 106 kg per kapita, secara bertahap hingga tahun 2015.
Hal itu dikatakan Mentan saat menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional "Penguatan Strategi Ketahanan Pangan Nasional" yang diselenggarakan oleh Center for Information and Development Studies (Cides) Indonesia di Jakarta, Senin (25/2).
Lebih jauh Mentan menjelaskan, optimisme itu bukan mimpi, namun didasarkan pada bukti-bukti empirik. Ia mencontohkan, melalui program P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional), tahun 2007 Indonesia berhasil meningkatkan produksi padi sampai 4,8 persen. "Capaian tersebut, merupakan pertumbuhan terbesar dalam 15 tahun terakhir," katanya.
Kunci keberhasilan itu, antara lain berkat penggunaan benih unggul. Meski realisasi penggunaah benih unggul bersubsidi baru mencapai sekitar 30 persen, namun mampu meningkatkan produksi padi nasional secara signifikan.
Ke depan, selain meningkatkan produktivitas dengan benih unggul, upaya peningkatan produksi padi nasional masih terbuka, dengan menaikkan indeks pertanaman (IP). Pasalnya, selama ini, IP padi secara nasional masih sekitar 1,5-1,6 per tahun.
Artinya, rata-rata sawah di Indonesia hanya ditanami 1,6 kali per tahun. Jika IP bisa ditingkatkan menjadi 2,0 per tahun, peluang peningkatan produksi bisa lebih dari 13,5 juta ton padi atau setara 9 juta ton beras.
Sementara itu, Eksekutif Cides menawarkan tiga rekomendasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Pertama, penyediaan lahan yang memadai untuk petani. Kedua, meningkatkan subsidi untuk petani (pangan) yang dinilai jauh lebih sedikit dibanding subsidi untuk BBM.
Ketiga, perlunya peningkatan peran dewan ketahanan pangan (DKP) dalam menyelesaikan persoalan ketahanan pangan di Indonesia.
Direktur Cides, Syahganda Nainggolan mengatakan, Indonesia mutlak perlu memperluas areal pertanian jika ingin meningkatkan produksi pangan, khususnya karena luas lahan terus berkurang 21.000 hektare/tahun, akibat alih fungsi lahan. Kepemilikan lahan rata-rata 0,25 hektare di Jawa sudah tak ideal lagi. [L-11]