![]()
[NEW YORK] Visa Inc, dalam waktu dekat, berencana melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Diharapkan, perusahaan tersebut bisa mengumpulkan dana sebesar US$ 18,8 mi- liar.
Demikian penjelasan Visa Inc, perusahaan yang bergerak pada proses pembayaran secara elektronik, Senin (25/2), di New York, Amerika Serikat.
Bila rencana tersebut terlaksana, IPO ini merupakan yang terbesar dan memecahkan rekor yang pernah dilakukan oleh AT amp; T Wireless tahun 2000 senilai US$ 10 miliar.
Beberapa IPO bernilai besar tercatat di AS sejak tahun lalu. IPO Virgin Mobile pada Oktober 2007, berhasil menarik dana sekitar US$ 412 juta. Blackstone Group, pada Juni 2007, mengumpulkan dana US$ 4,13 miliar.
IPO Visa, sesuai dengan kebijakan perusahaan, yang ingin mentransformasikan diri dari perusahaan privat menjadi publik. Langkah itu kini sedang diajukan ke Komisi Pengelola Pasar Modal Amerika Serikat.
Supaya IPO ini berjalan dengan lancar, Visa menggunakan jasa konsultan perusahaan besar, yaitu Goldman Sachs, JP Morgan, dan HSBC Securities (USA) Inc. Visa yang menjalankan proses pembayaran dengan menggunakan kartu kredit maupun debet, akan menjual sedikitnya 406 juta lembar saham ke masyarakat secepat mungkin. Nilai saham yang diharapkan juga nantinya bisa berkisar antara US$ 37 sampai US$ 42 per lembar saham.
Perekonomian AS
Rencana IPO Visa, muncul karena berbagai kondisi dan faktor, antara lain perekonomian AS yang melemah. Akibatnya, bursa saham di seluruh dunia anjlok dan terguncang beberapa bulan belakangan ini. Namun selain IPO, Visa menetapkan beberapa kebijakan baru, antara lain bereksperimen dalam sistem pembayaran, antara lain melalui telepon seluler.
"Visa beroperasi pada jaringan pembayaran di seluruh dunia, dan merupakan merek pelayanan finansial yang dikenal secara global," tegas perusahaan itu dalam sebuah pernyataannya.
"Kami masih memiliki banyak merek kartu kredit dan debet, yakni Visa, Visa Electron, PLUS, dan Interlink, yang beredar, banyak transaksi, dan jumlahnya lebih besar daripada pesaing kita." Pemasukan Visa sebelum diaudit selama tiga bulan terakhir hingga Desember 2007, tercatat US$ 1,5 miliar. [AFP/E-4]