Muhammad (40) beserta anaknya Ari (17), warga Dusun Gempal, RT-03/RW-II, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, tewas akibat tertimpa longsoran batu dan tanah dari bukit Sepikul, di Dusun Krajan, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (23/2). Sementara Syamsul Arifin (26), menantunya yang semula ikut menambang, selamat karena langsung menghindar dengan cepat begitu bukit yang digali saat hendak runtuh.
Kapolres Jember AKBP Drs R Adang Ginanjar S, MM dalam keterangannya menjelaskan, tambang batu piring yang digali Muhammad adalah salah satu bagian dari lahan tambang milik Arbain yang digarap sembilan orang penambang. Ketika beberapa bongkah batu raksasa yang berada di bagian bawah bukit dicongkel korban Muhammad, bukit berketinggian 25 meter langsung bergetar dan runtuh.
Beberapa penambang lainnya, termasuk Syamsul Arifin selamat karena posisinya agak jauh dari mertua dan adik iparnya menambang. Korban baru dapat dievakuasi sekitar tiga jam kemudian setelah Polsek setempat meminta bantuan alat berat untuk memindahkan reruntuhan bebatuan besar yang menimbun kedua korban. [070]
Tibyani (35), warga Lingkungan Jerang Tengah, RT 01/02, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Cilegon, Banten, terpaksa harus dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Cilegon. Dia mengalami luka bakar setelah tabung gas bantuan program konversi minyak tanah ke gas elpiji dari Perusahaan Daerah Banten Global Development (PD BGD) Desember 2007, tiba-tiba meledak Minggu (24/2).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban mengalami nasib naas itu ketika sedang memasak nasi bersama istrinya Astin. Namun, tiba-tiba, kompornya mati, karena gas dalam tabung itu habis. Kemudian ia membeli gas baru dengan menukarkan tabung gas yang kosong itu ke warung terdekat. Namun, baru memasang selang yang menghubungkan kompor dan tabung gas, tiba-tiba tabung gas meledak. Suara ledakan begitu besar sampai terdengar tetangga korban. Warga yang mendengar ledakan itu, langsung berhamburan keluar rumah menuju lokasi ledakan.
Pada saat itu, kondisi korban pingsan dan sang istri terus berteriak minta tolong. Kemudian korban mendapat pertolongan dari masyarakat dan dibawa ke RSUD Cilegon dengan menggunakan ojek. [149]