SUARA PEMBARUAN DAILY

Selesaikan Jembatan Batanghari II

Pemprov Pinjam Uang dari Bank

Jembatan Batanghari II sepanjang 1,3 kilometer yang melintasi Sungai Batanghari di wilayah Sijenjang, Kota Jambi hingga Februari 2008 belum rampung. Sesuai rencana, jembatan yang dibangun sejak tahun 2003 dan menelan dana sekitar Rp 150 miliar itu selesai Desember 2007. Tampak kondisi Jembatan Batanghari II, Sabtu (23/2). SP/Radesman Saragih

[JAMBI] Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi terpaksa meminjam uang ke Bank Jambi sebesar Rp 17 miliar guna merampungkan pembangunan Jembatan Batanghari II.

Pengembalian dana pinjaman menjadi tanggung jawab pihak kontraktor sebagai akibat keterlambatan penyelesaian proyek jembatan tersebut.

Hal itu dikatakan Gubernur Jambi, H Zulkifli Nurdin di Jambi, Sabtu (23/2), seusai meninjau proyek Jembatan Batanghari II.

Dia meminjam uang bank untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Batanghari II karena sekitar Rp 17 miliar dana pembangunan jembatan itu dikembalikan ke kas daerah.

Dana yang seharusnya digunakan menyelesaikan Jembatan Batanghari II tahun anggaran 2007 itu dikembalikan karena pembangunan jembatan tidak bisa rampung di akhir tahun anggaran. Sedangkan tahun 2008, dana pembangunan Jembatan Batanghari II tidak dianggarkan dalam APBD.

Pembangunan Jembatan Batanghari II yang dimulai tahun 2003 diperkirakan bisa rampung April 2008. Penyelesaian jembatan sepanjang 1.351 meter dan lebar enam meter tersebut hingga Sabtu (23/2) sudah mencapai 89 persen.

"Penyelesaian pembangunan jembatan itu sudah memasuki penyambungan lengkung. Pekerjaan itu diperkirakan rampung dua pekan mendatang atau 18 hari kerja," katanya.

Pembangunan jalan enam kilometer dan empat unit jembatan penghubung dari Jembatan Batanghari II di Kota Jambi ke pelabuhan ekspor-impor Muarasabak, Tanjungjabung Timur, akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini.

Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah Provinsi Jambi, Nino Guritno mengatakan, pembangunan Jembatan Batanghari II yang dimulai tahun 2003 terlambat akibat dana tersendat dan musibah. [141]


Last modified: 25/2/08