[MAKASSAR] Pipa distribusi bahan bakar minyak (BBM) solar dari Depo Pertamina ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tello, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) bocor. PLTU menghasilkan daya listrik 2 x 72 Mega Watt (MW) terancam berhenti operasi dan akan menimbulkan pemadaman listrik bergilir.
Hingga Minggu (24/2), pipa milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang bocor di Jalan Barawaja, itu masih mengeluarkan solar, warga setempat berlomba-lomba mengumpulkan solar yang telah bercampur genangan air. Solar itu dijual dengan harga Rp 5.000 per botol air mineral berukuran isi 1,5 liter.
"Saya sudah mengumpulkan lebih 20 liter dan menjualnya ke sopir truk," kata Tallasa, warga sekitar lokasi kejadian.
Humas PT PLN Wilayah IX Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat, Muhammad Yamin mengatakan, akibat kebocoran itu PLN kehilangan ratusan ton solar yang akan digunakan untuk membangkitkan PLTU.
"Pipa solar yang bosor itu berasal dari Depot Pertamina di Jalan Satando, Ujung Tana, menuju PLTU Tello. Kejadian itu sudah berlangsung lima hari, namun baru diketahui setelah ada warga yang melapor," katanya.
Diantisipasi
Kondisi itu bisa mengancam terhentinya pengoperasian PLTU. Andaikan tidak segera diantisipasi, akan mengganggu sistem kelistrikan di Sulsel, sebab PLTU Tello merupakan bagian dari sistim tersebut dan memberi kontribusi daya listrik sebesar 2 x 72 MW dari total daya listrik Sulseltrabar yang terpasang sebesar 520 MW.
Dikatakan, PLTU Tello memiliki kebutuhan solar 400 kiloliter per hari dan saat ini masih memiliki stok untuk 22 hari. Dia juga berharap tidak terjadi pemadaman bergilir sebab petugas PLN sudah melakukan penggalian untuk mengantisipasi kebocoran tersebut.
"Kami sangat berharap, kebocoran pipa distribusi solar tersebut tidak akan menimbulkan pemadaman listrik bergilir di wilayah Makassar," katanya. [148]