SUARA PEMBARUAN DAILY

Warga Cilegon Keracunan Zat Kimia

[CILEGON] Sebanyak 45 warga Kampung Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Cilegon, jatuh pingsan dan muntah-muntah, Sabtu (23/2), diduga akibat keracunan zat kimia dari perusahaan kimia PT Prointal yang ter-letak di Tanjung Gerem, Cilegon, Banten.

Penyebaran zat kimia itu akibat terjadinya kesalahan teknis pada saat petugas di perusahaan itu mengisi zat kimia ke mobil tanki. Akibatnya, zat kimia itu menyebar lewat udara sehingga tercium warga yang berada di radius 500 meter dari kawasan itu.

Puluhan guru dan siswa SDN 1 Cikuasa, yang pada saat itu sedang melakukan kegiatan belajar mengajar, langsung muntah-muntah dan pingsan. Warga yang berada di sekitar sekolah itu juga mengalami hal yang sama. Mereka antara lain lima guru dan enam siswa dan 34 warga Kampung Cikuasa, di RT 01 RT02, dan RT 03, serta RW 01.

Pertolongan

Para korban dilarikan ke puskesmas terdekat di Kecamatan Pulo Merak, Cilegon oleh warga dan petugas kepolisian dari Polsek Pulo Merak.

Setelah mendapat pertolongan dari petugas medis, para korban kemudian langsung dipulangkan ke rumah mereka masing- masing dan sebagian warga dibawa ke Polsek Pulo Merak untuk dimintai keterangan.

Pengemudi mobil tanki PT Prointal, Rahutlan (36), seusai diperiksa petugas Polsek Pulo Merak mengatakan awalnya, pada pukul 9.00 WIB, pihaknya melakukan pengisian zat kimia cair ke dalam sebuah mobil tanki dari bak penampung kimia.

Ketika pengisian hampir penuh, tiba-tiba dari lubang tanki pengisian di mobil tanki Nopol L 9065 UQ, tersembur cairan kimia hingga ketinggian dua meter.

"Setelah kejadian itu, para pekerja kembali mengisi tanki. Bahkan tidak ada satu pun operator dan karyawan di pabrik itu yang keracunan serta pihaknya juga tidak menyangka kalau akibatnya sampai menimbulkan masalah dan menelan banyak korban di luar kawasan pabrik," katanya.

Ia mengakui, kejadian yang dialami warga itu disebabkan oleh semburan zat kimia itu, dan terhisap oleh warga saat terbawa angin kencang.

Kepala Sekolah SDN I Cikuasa, Hj Rasmita Ta'at mengungkapkan, peristiwa itu terjadi ketika hampir semua guru dan siswa di sekolah itu mencium bau zat kimia. Ia mengaku merasa mual dan matanya perih.

Kapolsek Pulo Merak, AKP Afrizal, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa korban, awak truk, serta beberapa petugas yang berwenang terkait pengisian bahan kimia itu. [149]


Last modified: 25/2/08