SUARA PEMBARUAN DAILY

Busway Lawan Arah

Simulasi Gagal Total

Abimanyu

Sejumlah petugas menertibkan arus kendaraan di jalur busway di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (25/2). Penerapan sistem "contra flow" yakni sistem pemindahan jalur bus Transjakarta ke jalur bus berlawanan gagal, sehingga diundur pelaksanaannya.

[JAKARTA] Uji operasi busway contra flow atau berlawanan arah di Koridor VI (Ragunan-Halimun) mulai Halte Imigrasi hingga Halte Kuningan Timur, Senin (25/2) pagi mulai pukul 06.00 WIB membuat penumpang Transjakarta kebingungan. Banyak warga Jakarta belum mengetahui perubahan itu. Beberapa di antaranya kesal dan memprotes pemberlakuan tiba-tiba ini. Simulasi busway lawan arah mulai pukul 06.00-10.00 WIB, tidak berhasil.

Sebab, bus Transjakarta yang menggunakan arah berlawanan hanya 5-6 bus saja mulai pukul 06.30 WIB. Sebab beberapa menit kemudian, bus Transjakarta lainnya akhirnya menggunakan jalur yang biasa. Bus tidak lagi menggunakan arah berlawanan.

Seorang pengguna bus Transjakarta, Nur mengatakan, dirinya belum mengetahui perubahan itu. Ketika dijelaskan mengenai adanya perubahan itu, Nur mengaku agak sedikit kebingungan dengan penentuan perubahan jalur. Walaupun belum seluruh bus Transjakarta dialihkan arusnya sehingga berlawanan dengan jalur sesungguhnya, Jamin, salah satu polisi lalu lintas yang berjaga-jaga di perempatan Duren Tiga mengaku belum ada koordinasi penuh dari Pemprov DKI untuk pemberlakuan perubahan arus tersebut.

"Belum semua bus dialihkan arusnya, baru beberapa saja. Kami hanya menunggu koordinasi dari atas, namun hingga saat ini belum ada kebijakan memberlakukan alih arus. Untuk itu, kami masih tetap membuka jalur busway bagi kendaraan pribadi dan motor," ujarnya.

Seorang petugas piket di Halte Duren Tiga, Aris, mengaku, banyak penumpang kesal dan kebingungan. Dia mengaku mendapat protes dari sejumlah penumpang soal pemberlakuan jalur lawan arah sejak pukul 07.00-10.00 WIB hari ini. Contohnya, dua orang penumpang hari ini memilih turun di Halte Duren Tiga ketika mengetahui dirinya harus berputar di Halte Imigrasi, sedangkan beberapa lainnya memilih ikut berputar.

Menurut pantauan di sekitar jalur Mampang Prapatan menuju Kuningan, kendaraan umum dan pribadi terlihat padat merayap, namun arah sebaliknya terlihat cukup lancar.

Sulit Terlaksana

Gelar jalur busway berlawanan arah itu sulit dilaksanakan, namun Dinas Perhubungan DKI tetap mengevaluasi di lapangan guna melengkapi solusi penanganan lalu lintas Ibukota. Evaluasi target jalur busway berlawanan itu sekaligus untuk melihat langsung kondisi kesemrawutan atau sebaliknya pertimbangan kelancaran lalu lintas terutama di jalur padat kendaraan pada jam sibuk antara lain, arah Mampang-Kuningan adalah salah satu kawasan perputaran kendaraan dari arah Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

"Tahapan evaluasi jalur busway berlawanan dari arah tersebut akan kami laksanakan mulai satu atau dua hari mendatang (Senin-Selasa 26/2)," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Noerahman kepada SP, di Jakarta, Senin pagi.

Menurut dia, jalur busway berlawanan termasuk salah satu solusi mengantisipasi kepadatan lalu lintas Ibukota yang pelaksanaannya berkoordinasi dengan instansi terkait.

Dishub sampai sekarang terus mengevaluasi jalur itu dengan harapan dapat memecahkan persoalan kepadatan kendaraan dengan kondisi jalan khususnya menekan kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ketut Untung Yoga mengatakan, soal jalur busway berlawanan yang digelar mulai Senin ini masih dibahas Polda Metro Jaya.

Sementara itu pengamat masalah transportasi, Darmaningtyas menilai, pengoperasian jalur busway berlawanan arah hari ini yang tidak berhasil dilaksanakan, karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan belum berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya sebagai pelaksana lapangan yang mengatur lalu lintas di jalan raya. [MAR/G-5/B-15]


Last modified: 25/2/08