SUARA PEMBARUAN DAILY

Obama Kritik Hillary soal NAFTA

[OHIO] Bakal calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Barack Obama, mengkritik tajam saingan terkuatnya, Hillary Rodham Clinton, Minggu (24/2), atas dukungan kuat mantan Ibu Negara itu terhadap North American Free Trade Agreement (NAFTA). Kritik terhadap Hillary dilontarkan Obama di tengah upayanya memenangkan pemilihan pendahuluan (primary) Ohio, pekan depan.

Sementara itu, John McCain semakin memperkuat posisinya untuk menjadi kandidat tunggal calon presiden Partai Republik setelah senator Arizona tersebut berhasil menyapu bersih 38 delegasi konvensi yang diperebutkan di beberapa wilayah AS selama akhir pekan lalu.

Obama telah memenangi 11 kaukus dan primary secara berturut-turut pada bulan Februari dalam upayanya menjadi presiden berkulit hitam AS yang pertama. Ohio dan Texas akan menggelar primary secara bersamaan pada 4 Maret dengan menawarkan 334 delegasi untuk diperebutkan. Mantan Presiden Bill Clinton kepada publik sebelumnya telah mengatakan istrinya, Hillary, kemungkinan harus memenangkan dua kontes itu apabila ia ingin memenangkan pencalonan di Partai Demokrat.

Sejumlah jajak pendapat memperlihatkan Hillary dan Obama akan bersaing sangat ketat dalam kontes di Texas. Sementara di Ohio, jajak pendapat memperlihatkan Hillary hanya unggul tipis di negara bagian Midwestern yang berlatar belakang industrial tersebut, di mana perdagangan sejak lama menjadi isu sangat sensitif.

Obama, senator Illinois, jauh-jauh hari berupaya mengantisipasi ketatnya persaingan di sejumlah negara bagian yang berlatar belakang industrial. Perdagangan dijadikan Obama sebagai isu utama kampanye untuk meraih dukungan para pemilih dari kelompok kelas pekerja.

Obama menuduh Hillary berupaya melarikan diri dari catatan panjang yang memperlihatkan bahwa senator New York tersebut sudah sejak lama mendukung NAFTA. Padahal, pakta perdagangan bebas dengan Meksiko dan Kanada telah menyebabkan hilangnya 50.000 lapangan pekerjaan di Ohio.

Obama, di saat yang sama, juga mengatakan, upaya-upaya untuk mencabut kembali kesepakatan perdagangan bebas yang sudah dijalin hanya akan menimbulkan hilangnya pekerjaan dalam jumlah lebih besar ketimbang menciptakan lapangan pekerjaan baru di Amerika Serikat.

Obama sebelumnya dituduh Hillary telah melakukan distorsi atas pendapat-pendapatnya soal NAFTA dalam selebaran-selebaran yang dibagikan kepada para pemilih di Ohio. Obama juga dituduh senang menjiplak kalimat-kalimat dari buku mantan Ibu Negara tersebut maupun dari kata-kata yang langsung diucapkannya. "Sepuluh tahun setelah berlalunya NAFTA, Senator Clinton mengatakan kesepakatan itu dulu sangat bagus untuk Amerika," kata Obama.

"Saya tidak berpikir NAFTA pernah bagus untuk Amerika, dan tidak akan pernah," ungkap Obama.

"Faktanya, Senator Clinton terus-menerus mengungkapkan hal-hal hebat tentang NAFTA hingga ia mengawali pencalonannya sebagai presiden," kata Obama. [AP/E-9]


Last modified: 25/2/08