SUARA PEMBARUAN DAILY

Protes Serbia Berlanjut

AS Dituding Pemecah Belah

AP Photo/Keystone, Salvatore Di Nolfi

Ratusan orang Serbia yang tinggal di Swiss melancarkan protes atas kemerdekaan Kosovo di Place des Nations tepat di depan Kantor Perwakilan Uni Eropa untuk PBB Jenewa, Swiss, Minggu (24/2).

[MOSKWA] Duta Besar Rusia untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Dmitry Rogozin menuding pemisahan Kosovo dari Serbia sebagai hasil upaya imperialistik Amerika Serikat (AS) yang menjalankan "politik memecah-belah dan menguasai."

Pernyataan keras yang disampaikan pada wawancara televisi, Minggu (24/2), Rogozin juga menegaskan lagi peringatan Rusia bahwa pengakuan Barat terhadap kemerdekaan Kosovo akan mendorong separatisme di seluruh dunia. Tidak tertutup kemungkinan komunitas etnis Turki di Jerman yang berjumlah besar mengajukan tuntutan serupa.

"Etnis Turki di Berlin suatu hari akan bertanya kenapa kita tidak buat saja negara sendiri entah Berlinosovo, Abrikosovo, Kokosovo, atau yang lain," tandas Rogozin.

Nama-nama yang diucapkan Rogozin mengacu ke ibu kota Jerman, Berlin, serta buah aprikot dan kelapa (coconut). "Siapa yang menangguk keuntungan? Hanya mereka yang menyukai politik memecah-belah dan menguasai, sebuah prinsip imperialisme kuno, yakni AS," tegasnya.

Ia mengatakan, dengan mengakui kemerdekaan Kosovo tanpa mempedulikan keberatan Serbia maupun persetujuan PBB, negara-negara Barat telah mengganti hukum internasional dengan sebuah sistem baru.

Rusia, kata Rogozin, harus mempertahankan kekuatan militernya untuk menjamin keamanan negara itu. "Namun, Rusia tidak ingin campur tangan mengerahkan mliternya ke wilayah konflik yang jauh dari batas-batas wilayah negaranya sendiri"

Di sisi lain, kata Rogozin, Rusia akan menggunakan otoritas moral dan politiknya hingga tingkat maksimum untuk mempertahankan yang dianggapnya sebuah kebenaran.

Rogozin juga menuding deklarasi kemerdekaan Kosovo didukung oleh mafia narkotika yang sangat berkuasa. "Ini khususnya dilakukan 'mafia narkotika (narcomafia)' yang sejak beberapa waktu silam mengubah Kosovo menjadi laboratorium raksasa untuk memproduksi heroin dan kokain bagi semua negara di Eropa," kata Rogozin.

Protes Berlanjut

Pada saat yang sama protes Serbia menentang kemerdekaan Kosovo terjadi di Kosovska Mitrovica, basis etnis Serbia di wilayah utara Kosovo dan Wina, Austria dan berbagai wilayah Eropa lainnya.

Menolak pemisahan Kosovo dari Serbia, lebih dari 1.000 demonstran berkumpul di Kosovska Mitrovica, basis etnis Serbia di wilayah utara Kosovo, kemarin. Mereka melancarkan protes menolak kemerdekaan Kosovo yang sudah menginjak hari ke-7.

Mereka menyimak konser musik yang ditampilkan oleh sebuah grup musik asal Beograd. Panggung dihiasi poster Presiden Rusia Vladimir Putin dan berbunyi "Tolong Rusia!" [AP/AFP/E-9]


Last modified: 25/2/08