SUARA PEMBARUAN DAILY

Bom Bunuh Diri Tewaskan 40 Pengikut Syiah

AFP/ALI AL-SAADI

Tentara Irak mengarahkan para peziarah Syiah yang akan mengikuti ritual Arbaeen di Kota Karbala, Minggu (24/2). Pengebom meledakkan dirinya di Baghdad selatan yang menewaskan 40 orang yang hendak ke Karbala.

[BAGHDAD] Sedikitnya 40 orang tewas dan 60 lainnya terluka, dalam serangan bom bunuh diri yang diarahkan kepada para pengikut Syiah, dalam pejalanan ziarah mereka ke kota suci Karbala, 80 kilometer di selatan Baghdad, untuk memperingati wafatnya Imam Hussein. Aksi bom bunuh diri yang terjadi, Minggu (24/2) itu, tercatat sebagai serangan paling mematikan tahun ini.

Otoritas lokal dan militer Amerika Serikat (AS) mengatakan, pelaku bom bunuh diri, meledakkan bom yang diikat di pinggangnya, dalam tenda yang menyediakan makanan dan minuman bagi para peziarah Syiah, di pinggir selatan Kota Iskandariyah, sekitar 50 Km selatan Baghdad, mengakibatkan sedikitnya 40 orang tewas.

Menurut keterangan polisi, serangan itu merupakan yang kedua, setelah satu jam sebelumnya peziarah Syiah juga diserang dengan tembakan senjata dan granat, di pemukiman Dora yang didominasi pengikut Sunni, yang mengakibatkan tiga orang tewas, serta 36 lainnya terluka.

Peringatan hari suci Syiah sendiri, telah berkali-kali menjadi sasaran serangan yang dilakukan para pemberontak al-Qaida, yang berasal dari kelompok Sunni. Tidak tercatat adanya korban dalam jumlah besar, akibat serangan yang terjadi saat penyelenggaraan festival Ashoura, pertengahan Januari lalu.

Namun, para peziarah yang berjalan selama berhari-hari untuk mencapai makam Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad yang meninggal dalam peperangan dekat Karbala, sangat rentan terhadap serangan.

Mohammad Mohsin Abbas (35), mengaku dirinya berjalan dari daerah utama Syiah di Kota Sadr dan memutuskan tidak berhenti di tenda. Dia sedang lewat saat ledakan terjadi, sekitar pukul 15.00 waktu setempat. "Begitu cepat. Saya mendapati diri saya terjatuh ke tanah dan tidak bisa menggerakkan kepala untuk melihat apa yang terjadi," ucapnya.

Kepala Polisi Irak Raid Shakir Jawdat mengatakan, sekitar 40.000 polisi dan pasukan militer telah disiagakan di Karbala, untuk mencegah serangan. Diperkirakan, paling sedikit empat juta peziarah telah berada di Karbala dan akan terus bertambah hingga puncak acara, Rabu (27/2). [AP/B-14]


Last modified: 25/2/08